JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo GP Anshor Nyatakan Siap Kawal Perppu Ormas

GP Anshor Nyatakan Siap Kawal Perppu Ormas

27
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias

SOLO – Perppu No 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) masih menuai pro dan kontra. Gerakan Pemuda Anshor menilai Perppu 2/2017 dapat menjaga Indonesia dari rongrongan radikalisme.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Anshor H. Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan orang yang melakukan penolakan terhadap perppu ormas tak mengerti kebhinekaan. Bahkan menurutnya aksi penolakan sama halnya menginginkan gerakan radikal tumbuh di Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, penolakan terhadap perppu ormas perlu ditindak tegas.

“Tidak bisa dibiarkan mereka itu. Kelompok apapun yang menyimpang dari Pancasila harus dibubarkan,” tegasnya di sela acara Kongkow Bareng Gus Yaqut, di Sahid Jaya Hotel, Solo, Kamis (10/8/2017).

Gus Yaqut, memastikan, GP Anshor akan membantu pemerintah untuk mengawal Perppu ormas. Pihaknya akan membantu mensosialisasikan Perppu ormas di kalangan masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengerti dan memahami tentang isi perppu tersebut. Ia mengklaim, upaya tersebut bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa. “Kita dukung penuh, sebab perppu itu jelas bertujuan tidak memberikan tempat bagi kelompok yang berseberangan dengan Pancasila,” ujarnya

Ia menambahkan, saat ini banyak hoax tentang perppu ormas. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan menyesatkan pemahaman masyarakat tentang perppu ormas. “Saat ini sudah banyak sekali hoax tentang Perppu ormas di internet, nanti pemahaman mereka bisa dibelokkan oleh kelompok intoleran,” pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, salah seorang ulama Kota Solo, Dian Nafi mengungkapkan keanekaragaman berbudaya dan beragama adalah hal yang harus diajarkan kepada sesama manusia. Menurut dia masyarakat masih kesulitan untuk menemukan titik temu antara yang benar dan yang salah. Di dalam kebimbangan menemukan titik temu, masyarakat banyak yang tersesat sehingga bingung dan menjadi memilih ajaran yang radikal. “Tugas pemimpin adalah berinteraksi dengan masyarakat. Dan juga menjaga keseimbangan agar tidak lagi ada mayoritas dan minoritas,” ungkapnya.

#Arief Setiyanto | Taufieq Renaldi