Kontribusi Koperasi Terhadap Ekonomi Nasional Masih Rendah, Hanya 3,9 Persen Saja

Kontribusi Koperasi Terhadap Ekonomi Nasional Masih Rendah, Hanya 3,9 Persen Saja

7
Joglosemar|Dok
gedung bertingkat di Kota Solo di ambil dari salah satu gedung bertingkat di Kota Solo, Selasa (1/11).

SOLO – Kontribusi koperasi terhadap ekonomi nasional masih rendah yakni hanya sekitar 3,9 persen.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) mendorong pengurus koperasi di semua daerah untuk dapat meningkatkan kinerja atau melakukan restrukturisasi usaha.

Asisten Deputi Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha Kemenkop dan UKM, Wardoyo mengatakan restrukturisasi koperasi dilakukan dengan mengevaluasi kinerja dari semua lini, sehingga bisa bersaing di pasar global melalui pemanfaatan perkembangan teknologi. Selain itu, dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengembangan usaha.

“Dan Yang terpenting yakni koperasi dari dan untuk para anggota, sehingga betul-betul menggunakan asas gotong royong,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Grand Hap Hotel Solo, Jumat (11/8/2017).

Baca Juga :  Pusat Perbelanjaan di Solo Rame-rame Tebar Diskon Saat Hari Kemerdekaan

Wardoyo mengatakan sampai dengan saat ini total koperasi secara nasional ada sekitar 209.000. Dari total itu, koperasi yang aktif hanya sekitar 150.000 – 160.000.

Sedangkan untuk di wilayah Solo, menurutnya total koperasi yang dianggap tidak aktif dan sudah diajukan pembubaran kepada pusat ada sekitar 37 koperasi.

Dari total yang diajukan, tujuh di antaranya saat ini sudah dibekukan dan sisanya sedang proses penilaian.

Baca Juga :  Tak Perlu Antre, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Keliling di CFD

Oleh karena itu, bagi koperasi yang sekarang kondisinya kurang sehat namun masih ada upaya dari pengurusnya untuk memperbaiki, pihaknya menyarankan agar dapat melakukan restrukturisasi.

Sementara itu, Wardoyo juga menyampaikan untuk mendorong dan memfasilitasi koperasi pemerintah tengah menyiapkan early warning system berbasis android.

Dengan fitur itu, para pengurus koperasi bisa mengetahui kondisi koperasinya. “Apakah masuk dalam kondisi yang kurang sehat atau sebaliknya,” ujar dia.

Garudea Prabawati

BAGIKAN