Pansus Tukar Guling Aset Pemkot Panggil Pihak Ketiga

Pansus Tukar Guling Aset Pemkot Panggil Pihak Ketiga

17
ilustrasi. Foto : Dok

SOLO – Panitia Khusus (Pansus) Tukar Guling Aset Pemkot Surakarta akan memanggil PT Catur Putra Jati selaku pihak ketiga dalam rencana tukar guling tanah pemkot. Selanjutnya pansus akan melakukan pengecekan lahan yang akan ditukar guling, Selasa (8/7/2017) ini.

Ketua Pansus Tukar Guling Aset Pemkot Surakarta, Janjang Sumaryono Aji mengatakan, pansus masih akan melewati beberapa tahap untuk menyelesaikan proses persetujuan tukar guling aset pemkot tersebut. Salah satunya yaitu perlengkapan dokumen appraisal pada neraca keuangan kelurahan.

“Meski neraca itu bukan dokumen pokok yang dimulai, namun tetap diperlukan untuk menentukan posisi dan harga tanah yang akan ditukar guling. Selain itu juga akan dimintai dokumen saat sosialisasi. Dokumen disertai tandatangan kehadiran untuk menunjukkan sebelumnya hal itu sudah disosialisasikan,” paparnya, Senin (7/8/2017).

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

Selain itu, Pansus juga akan mengkonfirmasikannya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait kebenaran Hak Guna Bangunan (HGB) hingga 2038.

“Kami juga akan menghadirkan pihak ketiga yaitu PT Catur Putra Jati. Setelah itu langsung kunjungan ke lapangan. Jika sudah melewati proses tersebut, kami akan konsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Hukum, serta dilakukan public hearing,” tandas Janjang.

Sebelumnya, Janjang menuturkan tukar guling aset bagi pemkot memberikan untung secara appraisal sebesar Rp 70 juta.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

“Tukar guling prinsipnya sama-sama menguntungkan, secara appraisal Pemkot diuntungkan sebesar Rp 70 juta,” tukasnya.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surakarta, Budi Yulistianto, pemkot sudah melakukan kajian sesuai perundang-undangan untuk tukar guling atas tanah hak pakai nomor 46 Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan.

Menurutnya, nilai aprasial tanah hak pakai tersebut sebesar Rp 4,752 miliar, sedangkan tanah penukar berupa hak guna banguan setelah terjadi tukar menukar diajukan oleh Pemkot menjadi tanah hak pakai.

#Triawati Prihatsari Purwanto 

BAGIKAN