JOGLOSEMAR.CO Sport Persis Solo vs Persiba Bantul, Area Stadion Manahan Wajib Steril

Persis Solo vs Persiba Bantul, Area Stadion Manahan Wajib Steril

154
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PERSIS SOLO MENANG – Pemain Persis Solo, Asyraq Gufran Rachmadhan menemui anggota Pasoepati yang berada di luar stadion seusai bertanding melawan Sragen United dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Manahan, Surakarta, Minggu (30/7). (foto kanan) Pemain Persis Solo, Rudiyana, merayakan gol yang dicetaknya

SOLO – Euforia pertandingan sepak bola dipastikan tak akan terasa saat Persis Solo bersua Persiba Bantul dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Kamis (3/8/2017) sore.

Bukan saja karena status pertandingan tak boleh disaksikan penonton, area sekitar stadion juga terlarang untuk suporter kedua tim.

Sterilisasi area Stadion Manahan Solo ini merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara pihak Polresta Surakarta dengan manajemen Persis Solo serta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati saat pertemuan di RM Adem Ayem Solo, Rabu (2/8/2017) siang.

Izin pertandingan diberikan pihak keamanan dengan catatan tak ada suporter di area sekitar Stadion Manahan Solo.

“Izin diberikan untuk pertandingan pukul 15.00 WIB. Jika suporter datang ramai-ramai ke stadion, maka pihak kepolisian akan memberi sanksi berat untuk tidak memberi izin di pertandingan berikutnya,” terang  Wakapolresta AKBP Andy Rifai mewakili Kapolresta AKBP Ribut Hari Wibowo di RM Adem Ayem Solo, Rabu (2/8/2017) siang.

Dari penjelasan Wakapolresta, peraturan tegas ini merupakan bagian dari menjaga kondusifitas Kota Solo. Apalagi pada bulan ini ada sederet agenda penting yang akan digelar di Solo.

Salah satunya Indonesian Constitutional Court International Symposium yang akan dihelat di Alila Hotel Solo, 9-11 Agustus mendatang.

Bila suporter memaksa datang ke Stadion Manahan, lalu terjadi kericuhan, hal ini bisa mempengaruhi status keamanan kota Solo.

Suporter Persis Solo pun berpeluang terkena sanksi ketiga, setelah sebelumnya dijatuhi sanksi akibat insiden saat pertandingan melawan Persiba di Bantul, April lalu dan lawan PSIR Rembang, 16 Juli lalu. “Bisa jadi Solo dianggap tidak aman,” tambahnya.

Untuk meneruskan kesepakatan tersebut, dalam pertemuan kemarin DPP Pasoepati sudah menghadirkan perwakilan koordinator wilayah (Korwil).

Para pengurus korwil nantinya bisa meneruskan kesepakatan untuk tidak datang ke Stadion Manahan kepada para anggotanya.

Selain itu, mereka juga akan membentuk tim internal yang disiagakan di kawasan Stadion Manahan. Para petugas internal ini yang akan mengingatkan para suporter agar kembali pulang, andai ada yang nekat datang.

“Sosialisasi sudah kita lakukan, termasuk melalui media sosial. Jadi mari kita sama-sama mematuhi kesepakatan yang telah dibuat,” ucap Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan.

Nofik Lukman Hakim