Sastra dalam Gaya Hidup Remaja

Sastra dalam Gaya Hidup Remaja

34

 

Dok Joglosemar
Giyato Guru SMAN 1 Karanganyar Ketua IGI Kabupaten Karanganyar

 Dunia remaja adalah dunia yang hingar bingar, dunia yang meletup-letup penuh sensasi, dan kompleks. Kreativitas, imajinasi dan ide-ide cemerlang memenuhi diri remaja. Terlebih lagi semangat mereka untuk menemukan dan menampilkan jati diri mereka. Tak mengherankan jika dunia remaja diibaratkan matahari pagi dengan sinar yang cerah yang  menyimpan jutaan harapan.

Akan tetapi, sekarang kebrutalan dan keanarkisan yang ditimbulkan oleh remaja semakin marak saja. Selain itu, banyak pemuda yang terlibat dalam minum minuman keras, terjerumus dalam kubangan Narkoba, seks bebas dan prostitusi.

Baca Juga :  Sumbangan SMA/SMK Meroket, Gubernur Jawa Tengah Diminta Lakukan Pengecekan

Banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah, LSM, organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga-lembaga agama,   bahkan Parpol  untuk mengatasi permasalahan-permasalahan remaja tersebut. Ada yang mengadakan pelatihan, seminar, pembinaan mental, pengajian dan banyak hal yang lain. Dengan berbagai cara tersebut, memang ada beberapa remaja yang bisa dibenahi, dibina dan diberdayakan.

Sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan untuk membenahi, membina dan memberdayakan remaja/pemuda. Apakah cara tersebut? Tidak lain dan tidak bukan adalah dengan mengintegrasikan sastra dalam  gaya hidup remaja. Mengapa sastra? Karena sastra itu dulce et utile, indah dan bermanfaat.

Baca Juga :  Sumbangan SMA/SMK Meroket, Gubernur Jawa Tengah Diminta Lakukan Pengecekan

Permasalahnnya, generasi remaja sekarang merasa tidak perlu membaca karya sastra adiluhung yang tidak connect dengan kehidupan riil mereka. Telah terjadi sebuah perubahan paradigma yang tidak pernah diantisipasi oleh para sastrawan. Padahal yang dibutuhkan sekarang adalah menciptakan generasi baru pecinta sastra dan menumbuhkan iklim atau atmosfer yang subur bagi lahirnya generasi penulis sastra yang baru, segar, dan sama sekali berbeda.

1
2
BAGIKAN