JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sindikat Perampok dan Pembunuh Mayat di Alaska Kedawung, Sragen Ternyata Bukan Jaringan...

Sindikat Perampok dan Pembunuh Mayat di Alaska Kedawung, Sragen Ternyata Bukan Jaringan Sembarangan. Pelaku, Aksi dan Korbannya Lintas Daerah

2429
BAGIKAN
UNGKAP PERAMPOK- Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman didampingi Wakapolres Kompol Danu Pamungkas Totok saat menggelar ungkap keberhasilan penangkapan tersangka perampok dan pembunuh sopir truk yang mayatnya ditemukan di alas Karet kedawung, Sragen, Selasa (8/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Keberhasilan jajaran Polres Sragen mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan yang menimpa Agus Budiono (60), sopir truk yang jasadnya diikat dan dibuang di alas karet Dukuh Gondang RT 11, Desa Kedawung, akhir pekan lalu, menguak tabir soal sindikat perampok tersebut. Hasil penyelidikan dan pengembangan sementara, sindikat perampok sadis yang digawangi pelaku dari berbagai daerah itu ternyata memang bukan jaringan rampok sembarangan.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman di Mapolres Sragen, Selasa (8/8/2017) mengungkapkan dari penangkapan dua tersangka pertama yang satu diantaranua berinisial WDY (40), warga Dukuh Pondok, RT 19, Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, polisi mendapati bahwa sindikat rampok ini beroperasi lintas daerah dan provinsi.

Tidak hanya itu, anggota sindikat ini juga berasal dari beberapa daerah bahkan ada yang diketahui berdomisili di luar jawa. Tersangka yang berasal dari luar jawa itu diketahui berinisial SW asal Lampung yang ditangkap bersamaan dengan penangkapan WDY.

“Kami meyakini mereka ini jaringan besar. Beroperasi lintas daerah dan korbannya sudah banyak. Ini masih dikembangkan, ” jelasnya.

Dari keterangan dua tersangka itu, juga terkuak aksi sadis mereka merampok Agus Budiono, sopir truk asal Sidoarjo, Jatim. Dari mulut mereka, terungkap bahwa aksi perampokan dilakukan di wilayah perbatasan Sragen-Jatim tepatnya di daerah Mantingan, Ngawi.

Setelah truk digasak, korban kemudian dihabisi dan dibantai di wilayah Sragen. Setelah korban tewas, tangan dan kakinya kemudian diikat serta mulutnya dilakban.
Jasad korban kemudian dibuang di tegalan alas karet Kedawung, dan ditemukan warga pada Jumat (5/8/2017) pagi pukul 05.30 WIB.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka merampok korban di perbatasan Mantingan, Ngawi, kemudian korban dibunuh dan truknya dibawa kabur. Jasad korban lalu dibuang ke wilayah kebun Karet Kedawung. Untuk pembunuhannya bagaimana, belum kami sampaikan karena ini masih dalam
pengembangan untuk mengejar tersangka lainnya,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan para pelaku ditengarai memang merupakan jaringan besar perampok yang selama ini beroperasi lintas provinsi. Hal itu diperkuat dengan temuan barang bukti kartu ATM dari berbagai bank dalam jumlah banyak, buku tabungan, pelat nomor polisi, dua Surat Izin Mengemudi (SIM) milik tersangka yang semuanya ditemukan di rumahnya WDY.

“Raya-rata STNK kendaraan besar dan SIM yang diduga milik para korban mereka. Paling banyak SIM A dan B. Juga kami temukan banyak kartu ATM yang kami duga juga milik korban, ” jelasnya.

Ditambahkan Kapolres, keberhasilan
pengungkapan itu tak lepas dari kerja ekstra tim khusus anti bandit (TEKAB) yang dibentuknya untuk menangani kasus tersebut sejak empat hari lalu.

‘Saat ini tim KAB itu masih bekerja di lapangan untuk mengejar barang bukti truk dan jaringan tersangka lainnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua bisa segera terungkap dan tertangkap,” tandasnya. Wardoyo