JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Siswi SMK Sragen Korban Pencabulan Lahirkan Bayi. Minta Pelaku Dihukum Berat

Siswi SMK Sragen Korban Pencabulan Lahirkan Bayi. Minta Pelaku Dihukum Berat

6287
Ilustrasi petugas kepolisian Karanganyar saat mengamankan pelaku pencabulan. Foto : Satria UTama

SRAGEN– RA (16) siswi kelas 1 SMK asal Kedawung, Sragen yang hamil setelah menjadi korban pencabulan BG (32), warga Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar, akhirnya melahirkan bayi laki-laki akhir pekan lalu. Siswi itu melahirkan bayi laki-laki secara normal tanpa operasi.

RA melahirkan bayi laki-laki dengan pertolongan bidan di wilayahnya sekitar pukul 21.00 WIB kemarin. Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiyarsi mengungkapkan RA melahirkan dengan selamat tanpa harus melalui operasi sesar layaknya korban kekerasan seksual di bawah umur lainnya.

“Sudah lahir tadi malam (kemarin). Anaknya laki-laki dan lahir normal di bidan setempat. Setelah lahir, korban langsung menelepon saya dan minta diberi nama. Akhirnya saya beri nama RAP,” ujarnya Minggu (13/8/2017).

Karena melahirkan di bidan setempat, Sugiyarsi mengatakan seluruh biaya memang tidak bisa dibebaskan seperti jika dilahirkan di RSUD atau fasilitas kesehatan milik pemerintah. Menurut rencana, bayi korban yang diketahui anak tunggal, memang akan dirawat sendiri oleh orangtua korban.

Sementara, akibat kejadian pencabulan hingga hamil dan persalinan itu, korban terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya. Kendati demikian, jika kondisi psikis korban sudah pulih, pihaknya akan memperjuangkan agar korban bisa kembali melanjutkan sekolahnya.

Di sisi lain, terhadap penanganan kasus itu, pihaknya mendorong kepolisian Karanganyar untuk segera menuntaskan pengusutan kasus itu. Karena perbuatannya telah merusak masa depan korban dan merugikan korban, aparat diminta bisa memberikan hukuman seberat-beratnya dan setimpal sesuai dengan pelanggarannya.

“Karena di UU Perlindungan Anak, sudah jelas bahwa pelaku bisa dijerat ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

Seperti diberitakan, RA yang sebenarnya siswi pendiam itu, saat ini terpaksa harus berhenti sekolah akibat mengandung 7 bulan buah dari aksi bejat BG yang mencabulinya sejak medio 2016 lalu. BG yang mengaku bujang padahal sudah punya anak istri itu membujuk korban lewat
facebook (FB) dan kemudian mencabuli siswi itu sebanyak empat kali semuanya di wilayah Karanganyar. (Wardoyo)

BAGIKAN