JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sumur di Sragen Mengering, Puluhan KK Andalkan Droping Air Bersih

Sumur di Sragen Mengering, Puluhan KK Andalkan Droping Air Bersih

177
Joglosemar | Wardoyo

SRAGEN—Krisis air bersih mulai meluas di wilayah Sragen. Setelah melanda Desa Katelan, Kecamatan Tangen, kondisi serupa juga mendera puluhan kepala keluarga (KK) di Dukuh Kowang,  Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang. Mulai mengeringnya sumur dan sumber air di wilayah itu membuat lebih dari 20 KK kini mulai bergantung pada bantuan air droping dari Pemkab.

Kades Ngargotirto, Daryono menyampaikan, kondisi kekeringan di Dukuh Kowang sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Menurutnya, saat ini sumur-sumur warga sudah tak lagi berair. Bahkan yang berkedalaman 100 meter pun juga mulai mati.

“Warga di Dukuh Kowang memang mulai kesulitan. Adanya air di sawah, tapi juga sudah sedikit dan tak layak dikonsumsi. Sekarang droping dapat seminggu dua kali. Sudah sangat membantu warga,” katanya, Jumat (11/8/2017).

Mengingat terbatasnya droping, warga hanya memanfaatkan air droping untuk konsumsi.  Sedangkan untuk kebutuhan mencuci memakai air yang ada.

Krisis serupa juga terjadi di Desa Tlogotirto. Puluhan KK di sejumlah dukuh di desa itu juga didera kekeringan setelah sumber air juga mengering. Camat Sumberlawang, Susilohono membenarkan terjadi krisis air di Ngargotirto dan Tlogotirto. Hanya saja, saat ini yang cukup parah yakni kawasan Ngargotirto yang sampai membutuhkan bantuan air. “Iya, kami mengajukan bantuan droping air bersih di Ngargotirto hari Jumat ini (kemarin), sedangkan Tlogootirto termasuk relatif masih aman,” tandasnya.

Ia menyampaikan, di Sumberlawang dua wilayah tersebut memang perlu ditandai khusus untuk kebutuhan air. Pihak pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi selama dibutuhkan.

Sementara, Kepala Harian BPBD Sragen Dwi Sigit Kartanto menyampaikan, pihaknya mengirim dua tangki air. Masing-masing 5.000 liter untuk kebutuhan warga yang bersifat urgen. “Satu tangki kita ambil dari PDAM, satu lagi didapatkan dari sumber air terdekat. Sebenarnya rencana droping Senin pekan depan, namun karena mendesak kami laksanakan hari ini (kemarin),” ujarnya. # Wardoyo

 

BAGIKAN