JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Duh, Tiap Bulan Ada 2 Ibu Rumah Tangga di Sragen Yang...

Duh, Tiap Bulan Ada 2 Ibu Rumah Tangga di Sragen Yang Terjangkit AIDS. Ini Penyebabnya..

1003
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
TES VCT—Petugas medis dari puskesmas saat mengambil sampel darah seorang remaja di Kampung Kebonagung, Sine, Sragen dalam kegiatan sosialisasi dan tes VCT yang digelar KPA Sragen, Kamis (10/8).


SRAGEN—
Penularan penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sragen semakin menunjukkan tren mengkhawatirkan. Tidak hanya laju penambahan yang makin pesat, peta kerawanan penderitanya ternyata juga mulai bergeser dari pekerja seks komersial (PSK) ke ibu rumah tangga.

Bahkan, data terkini di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen mencatat sepanjang semester pertama 2017 sudah ada tujuh ibu rumah tangga baru yang diketahui positif terjangkit AIDS. Sementara untuk penderita dari kalangan PSK justru nihil dari kurun Januari-Juni 2017 ini.

“Ini yang sangat membahayakan. Karena sekarang polanya geser. Kalau dulu yang banyak dikhawatirkan adalah perempuan berisiko tinggi seperti PSK, ternyata malah nggak nambah. Tapi justru ibu rumah tangga tambah tujuh kasus. Artinya, setiap bulan hampir rata-rata ada dua ibu rumah tangga yang positif terjangkit AIDS,” kata Pengelola Program KPA Sragen, Wahyudi di sela-sela memimpin tes VCT di Kampung Kebonagung, Kelurahan Sine, Sragen, Kamis (10/8).

Ia menguraikan, pergeseran tambahan AIDS terjadi sejak setahun terakhir. Hal itu ditunjukkan dari meroketnya tambahan ibu rumah tanggal yang terjangkit AIDS selama semester kedua 2016 hingga semester pertama 2017. Kerentanan penularan AIDS di ibu rumah tangga terutama terjadi pada ibu rumah tangga yang suaminya merantau ke luar daerah.

Menurut Wahyudi, hampir sebagian besar ibu rumah tangga memang terjangkit dari suaminya yang merantau dan tidak pernah memeriksakan diri, sehingga tidak tahu jika terkena HIV/AIDS. Rata-rata, ibu rumah tanggal itu baru diketahui positif ketika mendapat penanganan medis atau dilakukan cek darah.