Tiga Pusat Studi di UNS Tutup

Tiga Pusat Studi di UNS Tutup

221
Ilustrasi

SOLO-Tiga Pusat Studi pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) terpaksa harus ditutup lantaran dinilai belum menunjukkan peningkatan kinerja.

Kepala LPPM UNS, Prof Sulistyo Saputro mengatakan, hasil akreditasi dua tahunan yang dilakukan LPPM UNS terhadap kinerja Pusat Studi, pihaknya terpaksa menutup 3 Pusat Studi yang dinilai belum menunjukkan peningkatan kinerja.
“Tiga pusat studi tersebut,  tidak melakukan aktivitas di LPPM UNS, juga  visi misi yang menjadi landasan dibentuknya Pusat Studi tidak direalisasikan, yakni Pusat Studi Pemberdayaan Keluarga (Pusdidaga), Pusat Studi Perpajakan, dan Pusat Studi Bangsa-bangsa Melayu. Sehingga ketiganya ditutup,” ujar Sulistyo, Selasa (1/8/2017).

Baca Juga :  KB/TK Marsudirini Gelar Aneka Lomba untuk Meriahkan HUT ke-72 RI

Lanjut Sulistyo, Pusat Studi di sebuah Perguruan Tinggi merupakan  pusat kajian, sehingga kinerjanya  harus melahirkan dan mendukung  Key Performance Indicator (KPI) Perguruan Tinggi setempat.  KPI yang telah ditetapkan UNS yakni peningkatan publikasi ilmiah terindeks scopus, sehingga Pusat Studi yang ada didorong untuk terus melakukan kajian dan riset. “Pusat Studi harus melakukan kajian riset-riset dan berusaha untuk mengembangkan visi misi yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Siswa SD Marsudirini Ikuti Workshop Paper Craft

Sulistyo menegaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan reorientasi dan membagi  peran Pusat Studi sebagai Pusat Kajian, yang berbeda dengan Lembaga Layanan, sesuai Peran LPPM sebagai Pusat Penelitian dan Pengabdian. Meski saat ini UNS telah menduduki urutan 10 terbanyak dari 55 Perguruan Tinggi  yang memiliki artikel dalam jurnal terindeks scopus, namun pihaknya terus mendorong para peneliti untuk terus  meningkatkan capaian kinerjanya. # Dwi Hastuti

 

BAGIKAN