JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia UNS Gagal Raih Emas dalam Pimnas 2017

UNS Gagal Raih Emas dalam Pimnas 2017

55
BAGIKAN
Ilustrasi

SOLO– Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) gagal membawa pulang medali emas di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2017. Dari 11 tim yang mengikuti Pimnas 2017 di Makassar, hanya satu tim yang berhasil memperoleh Perunggu dalam kategori poster.

Demikian disampaikan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof Darsono. Ia menyampaikan dalam Pimnas 2017 ini UNS belum bisa masuk 10 besar.

“Kita bawa pulang perunggu untuk kategori poster yaitu atas nama Alfiyatul Fithri angkatan 2015,   Yayan Dwi Sutarni angkatan 2014 dan Burhan Fatkhur Rahman  angkatan 2014 yang dibimbing oleh dosen Dr.rer.nat. Maulidan Firdaus, M.Sc pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta dengan judul Aptucos (Air Purification Tools Using Coconut Shell) : Alat Pemurni Udara Inovatif Sebagai Alternatif Pertolongan Pertama Korban Asap Regional Kebakaran,” kata Darsono, Senin (28/8).

Darsono menilai, belum diperolehnya emas di ajang Pimnas 2017 ini lantaran konten kreativitas akademik dan ilmiah yang masih kurang. Untuk itu perlu adanya sinergi di bidang akademik termasuk partisipasi dosen pembimbing.

“Menurut saya partisipasi dosen pembimbing perlu ditingkatkan dalam membimbing PKM terlebih yang sudah lolos Pimnas. Jangan dibiarkan saja mahasiswa, dampingi mereka supaya bisa berhasil saat mengikuti Pimnas meski tanpa dipungkiri persaingan Pimnas sangat ketat,” katanya.

Pihak kampus sudah menyiapkan reward tersendiri bagi dosen yang membimbing PKM mahasiswa yaitu berupa remonerasi. Terlebih jika yang dibimbing lolos Pimnas maka dosen yang bersangkutan akan mendapat tambahan poin remonerasi. “Lalu untuk mahasiswa yang mendapat perunggu ini juga mendapat reward sesuai dengan SK rektor berupa pengurangan atau pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT),” katanya.

Sebagai informasi, terdapat 12 Besar peraih emas terbanyak dalam  Pimnas 2017 yang digelar di Makassar. Diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Negeri Malang. # Dwi Hastuti