JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sempat Dirujuk 2 Rumah Sakit, Bayi Ibu Yang Tertabrak Kereta di Gemolong...

Sempat Dirujuk 2 Rumah Sakit, Bayi Ibu Yang Tertabrak Kereta di Gemolong Gagal Terselamatkan

376
BAGIKAN
Kondisi ibu hamil 9 bulan asal Bagor, Miri saat ditangani di RS Yakssi Gemolong usai ditabrak kereta api di perlintasan tanpa palang Kwangen, Gemolong. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kabar duka menimpa Sulastri (32), asal Dukuh tegalrejo, RT 4, Bagor, Miri, Sragen. Ibu yang digasak KA semen di perlintasan Dukuh Candirejo, Kwangen, Jumat (24/9/2017) itu terpaksa harus kehilangan bayi yang dikandungnya akibat kecelakaan tersebut.

Meski perempuan yang berjualan bakso itu bisa selamat, namun bayi di kandungannya yang diketahui sudah waktunya dilahirkan, akhirnya tak tertolong. Sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit hingga terakhir ke RS di Solo, bayi Sulastri akhirnya meninggal, Minggu (24/9/2017).

“Kabar yang kami terima, ibunya selamat, tapi bayi yang di kandungan meninggal. Bayinya sudah umur 9 bulan dan waktunya melahirkan. Kejadiannya itu pas dia bersama suaminya habis periksa kehamilan di Gemolong. Tapi pakai sepeda motor sendiri-sendiri. Istrinya di depan, suaminya mengiring di belakang. Pas nyeberang palang pintu di Kwangen, ada kereta lewat dan istrinya yang di depan tertabrak,” papar Kades Bagor, Miri, Kukuh Riyanto, kemarin.

Kukuh menyampaikan sesaat seusai kejadian, ibu malang itu sempat dilarikan ke RS Yakssi Gemolong. Karena kondisinya memburuk, ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Dari pihak RSUD, korban kemudian dirujuk ke Solo untuk menyelamatkan bayi di kandungan korban yang kondisinya sudah kritis. Sayangnya, upaya itu gagal dan bayi Sulastri tetap tidak terselamatkan. Wardoyo