JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 3 Bulan Densus Endus di Mojosongo

3 Bulan Densus Endus di Mojosongo

212
BAGIKAN
Antara foto

SOLO—Aktivitas dan gerak-gerik terduga teroris Mustaqbilal alias Mustofa Bilal alias Abu Hanifah (26) dan Pujianto alias Ahmad di Jalan Lawu IV, Marengan, Mojosongo, Jebres, Surakarta, sudah diendus selama tiga bulan. Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dari lokasi tersebut berhasil menyita satu jeriken berisi 30 liter Nitrogrycelin (cairan bahan peledak-red).

Selain itu belasan bedak powder dan minyak kayu putih yang masih terbungkus botol plastik.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in mengatakan selain mengamankan barang bukti, selama tiga bulan gerakan dari para terduga teroris itu sudah diendus Densus. “Keterlibatan mereka terkait dengan terduga teroris masih diselidiki, kemungkinan mereka itu adalah sempalan dari beberapa gerakan dari organisasi Islam yang tersebar di Indonesia,” kata Kapolres ditemui wartawan usai Upacara Sumpah Pemuda di Halaman Mapolresta, Senin (29/10).

Terkait dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata dia, masih akan dilakukan untuk menyelidiki beberapa barang bukti untuk membuat bahan peledak. Selain itu, pihaknya belum mendapatkan perintah untuk melepas police line yang terpasang di rumah terduga teroris Abu Hanifah pascapenggeledahan, Sabtu (27/10).

“Untuk olah TKP kemungkinan masih akan dilakukan, karena untuk mengetahui dan mengamankan beberapa barang milik terduga teroris yang dijadikan sebagai bahan peledak. Kita masih menunggu karena itu wewenang Densus,” ujarnya.

Kapolres berharap masyarakat sekitar agar aktif berkoordinasi dengan aparat kepolisian jika melihat atau mengetahui warga yang diduga terlibat jaringan teroris. Polisi akan melakukan tindakan preventif jika ada laporan dari warga masyarakat.

Perilaku Tertutup

Sementara itu, Ketua RT setempat Juwadi mengatakan warga pernah memperingatkan dan menegur terhadap mereka beserta keluarganya karena perilakunya yang tertutup. Namun teguran itu nampaknya tidak digubris. “Dulu sempat ditegur dan diperingatkan, agar mereka sadar dan bisa bermasyarakat, tapi ya tidak tahu hasilnya seperti ini,” kata Juwadi saat dihubungi wartawan.

Sementara itu, Mako Brimob Polda Jateng yang dijadikan sasaran kelompok teroris Hasmi atau Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia, penjagaan tidak diperketat.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djihartono mengatakan, pihaknya tidak menambah personel keamanan atau pun memperketat penjagaan namun tetap berpegang pada prosedur tetap (Protap) yang selama ini dijalankan. “Terkait dengan hal itu, kami Polda Jateng sudah memiliki Protap pengamanan markas komando dan kami tinggal menjalankannya. Tidak ada peningkatan jumlah keamanan.

Sesuai Protap, penjagaan ada di depan maupun dalam,” kata Djihartono saat ditemui di kantornya, Mapolda Jateng, Senin (29/10).

Sebelumnya, Densus menangkap 11 orang yang tersebar di Madiun, Jatim, Solo, Palmerah, Jakbar dan Bogor.

Dari Poso dilaporkan, petugas yang melakukan penyisiran di Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah menemukan bom seberat 10 kilogram.

Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menyatakan, bom tersebut ditemukan dalam penyisiran aparat gabungan di sebuah kebun di Tamanjeka, Poso, Minggu (28/10). Di bom terdapat serbuk, gotri, dan baterai. “Bom jenis tupperware, bom yang ada alat pemicunya. Beratnya 10 kilogram, high explosive. Sudah diurai oleh anggota,” kata Eko, Senin (29/10).

Eko tidak menampik kemungkinan adanya bom-bom lain di Poso. “Maka itu, kami dan TNI terus menyisir berbagai lokasi,” jelasnya.

Rudi Hartono | Detik