JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Amerika Luluh Lantak

Amerika Luluh Lantak

212
BAGIKAN

 

NEW YORK—Topan Sandy yang dijuluki Frankenstorm menyisakan kondisi mencekam di wilayah New York, Amerika Serikat (AS). Badai dahsyat ini menghancurkan sejumlah bangunan serta memutuskan aliran listrik sehingga membuat kawasan Wall Street dan wilayah komersial Manhattan gelap gulita, tanpa diketahui kapan listrik kembali pulih.

Jalanan Kota New York yang kesohor sebagai kota yang tidak pernah tidur ini, dipenuhi genangan air dan siraman hujan yang tak kunjung henti. Sesekali terdengar suara sirene dan terlihat lampu biru-merah dari mobil polisi yang lalu-lalang di tengah kegelapan. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari lilin seperti yang tampak di sejumlah kaca jendela beberapa apartemen.
“Sangat menakutkan. Sama sekali tidak ada lampu di jalanan, tidak ada orang di jalanan,” ujar salah seorang penduduk New York, Ilona (22), yang merupakan mahasiswa asal Rusia, seperti dilansir AFP, Selasa (30/10).

Topan Sandy menyebabkan sedikitnya 6,2 juta warga di sepanjang Pantai Timur AS tanpa aliran listrik. Sebagian besar wilayah Manhattan pun dikepung kegelapan. Sekitar 670.000 warga di Kota New York dan pinggiran Westchester County, termasuk 250.000 warga di wilayah Manhattan, hidup tanpa listrik sejak Senin (29/10) malam waktu setempat.

“Ini akan tercatat dalam buku rekor. Ini menjadi terputusnya aliran listrik akibat badai terbesar dalam sejarah,” tutur John Miksad selaku juru bicara perusahaan listrik New York, ConEdison, seperti dilansir Daily Mail.

Menurut Miksad, bisa jadi selama beberapa hari hingga seminggu ke depan, pasokan listrik di Kota New York baru kembali pulih. Topan Sandy juga memaksa operasional bursa saham di Wall Street terhenti dan diperkirakan masih akan tutup keesokan hari. Sehingga tercatat untuk pertama kalinya Bursa Saham New York ditutup selama dua hari berturut-turut akibat kondisi cuaca sejak 1888 silam, ketika badai salju melanda. Sejumlah sidang di markas besar PBB juga ikut dibatalkan akibat topan.

Penerbangan
Selain itu, hampir 15.000 penerbangan di Amerika Serikat juga dibatalkan. Baik pesawat domestik maupun pesawat internasional berhenti beroperasi sejak Minggu (28/10) hingga Rabu (31/10) mendatang, demi mengantisipasi topan maut ini.
Sejauh ini, jumlah korban tewas akibat topan Sandy di AS telah mencapai 17 orang, termasuk satu orang yang tewas di Toronto, Kanada.  Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bencana topan Sandy sebagai bencana besar untuk negara bagian New York dan New Jersey. Keluarnya pernyataan ini juga menjadi tanda pencairan dana bantuan federal bagi para korban topan mematikan ini.

Dana bantuan ini termasuk dalam bentuk hibah dan pinjaman bagi perbaikan rumah yang rusak.  Detik | Tri Hatmodjo