JOGLOSEMAR.CO Berita Utama CERITA AKTIVITAS DI SEKITAR RUMAH KONTRAKAN TERDUGA TERORIS SOLO: Usai Pengajian...

    CERITA AKTIVITAS DI SEKITAR RUMAH KONTRAKAN TERDUGA TERORIS SOLO: Usai Pengajian Misterius, Latihan Pakai Bambu Saban Malam

    436
    BAGIKAN

    Giyono, tidak pernah menduga, rumah kontrakannya di RT 5 RW IX, Marengan, Mojosongo, Jebres, menjadi sasaran penggerebekan aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polisi Indonesia, Sabtu(27/10) lalu. Sebagai pemilik rumah kontrakan, dia menerima saja orang-orang yang menyewanya, termasuk dua orang yang belakangan diduga terlibat aksi terorisme, yakni Mustaqbillal Qhak dan Abu Hanifah .

    Sekitar empat atau lima bulan lalu, Mustaqbillal Qhak mengontrak rumahnya. Namanya berbisnis rumah kontrakan, dia tidak menaruh curiga pada siapa pun, termasuk Mustaqbillal. Ada uang, rumahnya pun dikontrak. Namun, sebelum penggerebekan aparat Densus 88, Giyono menyimpan cerita sedikit tentang aktivitas di sekitar rumah kontrakannya itu.

    Menurutnya, rumah kontrakannya tersebut, tidak hanya dihuni  Mustaqbillal Qhak, namun juga dihuni Abu Hanifah alias Ahmad. Katanya, Abu Hanifah adalah teman Mustaqbillal. Giyono menuturkan, sejak menghuni rumah kontrakan itu, saban malam Senin, dia melihat aktivitas pengajian di rumah yang dikontrak Mustaqbillal itu. ”Rumah saya dekat dengan kontrakan, jadi saya sedikit tahu,” ujar Giyono, Minggu(28/10).
    Namun, lanjut dia, pengajian juga kerap digelar di Musala At Taqwa, yang berdekatan dengan rumah kontrakan itu. Apa isi pengajian dan siapa jemaahnya, masih misterius. Karena Giyono sendiri tidak tahu siapa saja jemaah pengajian dan materi yang dikaji.

    Dia memastikan orang-orang yang ikut pengajian adalah orang luar daerah itu.
    Dia pun ragu-ragu untuk menyebut pengajian itu terkait dugaan aksi terorisme. Hanya saja, usai pengajian itu, sebagian dari mereka melanjutkan dengan latihan fisik. Entah latihan seperti apa yang mereka lakukan. Namun, ada dari jejak latihan itu ada bambu yang diduga kuat dipakai untuk mereka berlatih. ”Kalau biasanya itu, mereka melakukan latihan sekitar pukul 22.00 WIB malam. Letaknya di belakang rumah. Tapi latihan apa saya juga tidak pernah tahu,” ucap Giyono.

    Latihan fisik itu, katanya, juga diikuti orang-orang luar daerah. Soal sosok  Abu Hanifah sendiri, Giyono menuturkan, Abu sudah memiliki istri dan dua anak yang masih kecil.  Sedangkan kesibukan Abu, menurutnya, kerap menghabiskan waktunya untuk mengurusi burung piaraan.

    Sedangkan Mustaqbillal, lanjut Giyono, sibuk dengan aktivitas dai ke beberapa masjid. ”Saya tidak tahu mas, kalau Ahmad itu adalah Abu Hanifah dan terlibat jaringan teroris, karena orangnya itu tertutup dan jarang sekali berkomunikasi dengan warga sekitar,” terang Giyono.

    Adapun sosok Mustaqbillal, menurut dari beberapa warga yang berada di sekitar kampung tersebut, dikenal sebagai pribadi orang yang tertutup dan sering memberikan ceramah kepada warga. Mus, nama sapaan sehari- hari orang itu, juga dikenal warga kerap membubarkan beberapa pemuda atau segerombolan orang yang sedang melakukan pesta minuman keras di pinggir jalan. Rudi Hartono