JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Investor Properti Ramai-ramai Incar Kawasan Boyolali

Investor Properti Ramai-ramai Incar Kawasan Boyolali

761
BAGIKAN

Tidak hanya Kota Solo saja yang menjadi incaran para investor properti, namun kabupaten di sekitar Solo seperti Boyolali ini juga mulai diincar oleh banyak investor di bidang properti. Bahkan investor yang tertarik untuk berinvestasi properti di Boyolali tidak hanya dalam bentuk membuka perumahan semata, melainkan juga membuat hotel.

Demikian disampaikan Bupati Boyolali, Seno Samudro. Ia mengatakan, memang akhir-akhir ini sudah ada beberapa investor properti baik itu perumahan maupun hotel yang ingin menancapkan modalnya di Boyolali. Daerah yang diincar di antaranya Boyolali Kota, kawasan Bandara dan kawasan Waduk Cengklik.

“Ada banyak investor yang sudah ngobrol-ngobrol, tetapi saya tidak bisa mengatakan lokasi tepatnya dimana sebelum benar-benar pasti. Dikhawatirkan kalau lokasinya sudah saya sebutkan di media sekarang, maka akan dimanfaatkan para penjual tanah untuk menaikkan harga tanah,” terang Seno kepada Joglosemar, kemarin.

Lanjutnya, banyaknya investor yang mulai mengincar Boyolali untuk dijadikan lahan investasi properti lantaran Boyolali memiliki potensi wisata yang besar. Di antaranya, objek Arga Merapi Merbabu yang berada di Kecamatan Selo. Kemudian pemandian alam Umbul Tlatar yang berada di Kecamatan Boyolali, lalu Umbul Pengging di Kecamatan Banyudono.

Tidak hanya itu, Boyolali juga memiliki beberapa waduk di antaranya, Waduk Cengklik di dekat Bandara Internasional Adi Sumarmo dan Asrama Haji Donohudan,  di Kecamatan Ngemplak dan Waduk Kedung Ombo yang berada di Kecamatan Kemusu.

Sedangkan untuk keberadaan hotel di Boyolali yang dijadikan tempat singgah para wisatawan juga belum relatif banyak. Di antaranya terdapat Hotel Puri Merbabu, Hotel Pondok Indah, Hotel Pondok Asri, Hotel Mina dan Hotel Dwi Agung yang berada di Jalan Tentara Pelajar Kawasan Bandara Internasional Adi Soemarmo berubah nama menjadi Green Kayon Resort.

Pasar Potensial
Bahkan dalam waktu dekat akan ada vila pertama yang berdiri di Boyolali,  tepatnya di Gagak Sipat yaitu Horison Gambir Anom. Dengan hadirnya properti ini, diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Boyolali bisa singgah dan tentunya bisa mengalami peningkatan. Selain itu, tumbuhnya properti ini mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar serta diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga.

Untuk mendukung perkembangan Boyolali yang saat ini mulai banyak dilirik investor, dari Pemkab mulai peduli melakukan perbaikan sarana, prasarana serta infrastruktur. Baik itu berupa jalan serta fasilitas umum lainnya.

Sementara itu, Pengembang Horison Villa Gambir Anom yang juga Direktur Utama PT Graha Abadi Santosa, Adib Ajiputra belum lama ini mengatakan, bahwa ke depan, Bandara akan senantiasa menjadi ikon kota sehingga memiliki prospek yang bagus.

Hal ini menjadi alasan kenapa Horison Villa Gambir Anom berada di dekat Bandara. Selain itu, momentum musim haji juga menjadi pasar potensial bagi Horison Villa Gambir Anom  karena berada di dekat bandara maupun Asrama Haji.

Mengingat saat musim haji tiba, para calon jemaah haji beserta keluarganya yang berasal dari luar kota bisa menjadi sasaran market yang tepat. Karena kebanyakan menghendaki untuk transit dan menginap terlebih dahulu. Dwi Hastuti