JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jemaah Indonesia Masuki Arafah

    Jemaah Indonesia Masuki Arafah

    318
    BAGIKAN

    MEKAH—Jemaah haji Indonesia mulai memasuki Padang Arafah sejak Rabu (24/10) pukul 11.00 waktu Arab Saudi atau pukul 15.00 WIB. Gema talbiyah berkumandang di sepanjang jalur Mekah dengan Arafah, yang menyambut panggilan Allah SWT menunaikan ibadah haji.
    Mereka mulai bergerak dalam tiga gelombang pemberangkatan dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan, seperti bus ukuran besar dan kecil serta kendaraan roda empat lainnya menuju Arafah, sekitar 25 km dari Kota Mekah, untuk melaksanakan wukuf, Kamis (26/10).

    Sekretaris Satgas Arafah, Nur Alya Fitrah yang memantau di Padang Arafah mengatakan, perjalanan jemaah haji Indonesia ke Arafah berjalan lancar. Petugas juga melakukan penyisiran hingga sore dan malam hari untuk memastikan semua jemaah sudah diberangkatkan ke Arafah.
    Untuk jemaah yang sakit, petugas kesehatan mensafari wukuf mereka dengan ambulans. Praktik safari wukuf akan dilaksanakan pada Kamis (25/10) menjelang zuhur. Penyambutan jemaah dilaksanakan oleh petugas Daker Jeddah yang menjadi Satuan Tugas Arafah.
    Kabid Pelayanan Bimbingan Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia, Surahmad mengatakan, wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama dan tidak dapat ditinggalkan atau digantikan. Artinya, jika tidak wukuf maka tidak sah hajinya.
    Dia mengingatkan, bahwa Wadi Uranah (lembah Uranah) yang berbatasan dengan Arafah secara geografis tidak termasuk wilayah Arafah sehingga jemaah haji tidak dibolehkan melaksanakan wukuf di Wadi Uranah.
    Persiapan wukuf dilaksanakan sejak 8 Dzulhijjah, di mana seluruh jemaah haji akan berangkat menuju ke Arafah dengan berpakaian ihram dengan niat berhaji dari pemondokan di Mekah. Pada malam hari seluruh jemaah haji telah berada di Arafah dan memperbanyak zikir, berdoa dan membaca AlQuran.
    Pelaksanaan wukuf dilakukan tanggal 9 Dzulhijjah, dimulai setelah zawal (tergelincir matahari) sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini 211.000 orang yang terdiri dari 194.000 jemaah reguler dan 17.000 jemaah yang dikoordinir Penyelenggara Ibadah Haji Khusus.
    jemaah Indonesia terbagi dalam 72 maktab, 70 untuk jemaah reguler dan dua maktab untuk jemaah khusus. “Petugas haji Indonesia harus siap melayani semua tamu Allah dengan hati,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Anggito Abimayu saat apel pagi di Daker Mekkah, Rabu (24/10) pagi.
    Secara keseluruhan total bus yang disediakan untuk mengangkut jemaah haji Indonesia pada puncak haji-Arafah, Muzdalifah, Mina dan Makkah – mencapai 2.041 unit. Bus-bus itu dibagi berdasarkan maktab.
    Suasana jalanan Kota Mekah terutama menuju Masjidil Haram dan kawasan Mina sudah dipadati kendaraan jamaah. Mereka ada yang mulai berjalan kaki menuju Mina pada malam hari untuk melakukan Tarwiyah atau mempersiapkan bekal menuju Arafah.
    Sementara dalam peninjauan di Arafah, Ketua PPIH Arab Saudi, Syaerozi Dimyathi menyatakan persiapan Arafah terutama berkaitan tenda jamaah, transportasi, katering dan sarana serta prasaran sudah 100 persen siap.
    Dia mengimbau jemaah agar mentaati jadwal untuk melempar jumrah. Tanggal 10 Dzulhijjah jemaah dilarang melempar jumrah mulai pukul 06.00 – 10.00 WAS, kemudian tanggal 11 Dzulhijjah mulai pukul 13.00 – 16.00 WAS. Tanggal 12 Dzulhijjah jemaah dilarang melempar jumrah tanggal 09.00-15.00 WAS.
    Dia menambahkan tenda yang disiapkan untuk jamaah, terdiri dari dua macam. Tenda yang besar mampu menampung 10 orang dan tenda agak kecil menampung delapan orang.  Antara | Detik