JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Luput Bantuan RTLH, Warga Kecewa

Luput Bantuan RTLH, Warga Kecewa

202
BAGIKAN
Ilustrasi/Joglosemar

SERENGAN—Sejumlah warga mengaku kecewa lantaran rumah yang mereka huni tidak mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Padahal mereka telah didata dan disurvei.

Kekecewaan warga itu disampaikan Lurah Serengan, Restu Tyaswening ketika ditemui Joglosemar, Rabu(24/10). Menurutnya, Pemkot Solo telah mendata rumah warga yang menghuni kawasan bantaran Kali Premulung. Tim pendata tersebut, katanya, merupakan gabungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Solo didampingi petugas kelurahan yang datang ke lokasi untuk mendata rumah warga.

Soal lolos atau tidaknya rumah yang telah didata, Restu menyatakan, keputusannya ada di tangan Bapermas Kota Solo. Sedangkan  pihak kelurahan tidak dapat berbuat banyak. Restu mengatakan, tim yang terjun ke lokasi hanya sebatas mencocokkan data yang dimiliki BPS Kota Solo dengan kondisi lapangan.

Data versi BPS tercatat ada 125 RTLH di kawasan bantaran Kali Premulung. Sementara Hasil dari pengecekan tim terdapat 77 RTLH. ”Pendataan itu memang belum selesai. Tim memotret satu persatu rumah warga sesuai data yang dimiliki oleh BPS. Pada tahun ini sembilan rumah warga di Kelurahan Serengan mendapat bantuan dari Bapermas. Adapun pendataan di bantaran kali belum ada kaitannya dengan bantuan, kami masih menunggu,” ujarnya.

Keterangan berbeda  disampaikan Pemkot Solo. Menurut Kepala Bapermas Solo, Hasta Gunawan ketika dihubungi Joglosemar, Jumat (26/10) mengatakan, data terakhir verifikasi untuk mendapatkan bantuan dana rehab RTLH justru dari kelurahan. Selain itu, lanjut Hasta, setiap verifikasi, pihak Bapermas selalu memberikan berita acara.

”Justru kami menerima data (yang berhak mendapat bantuan) itu dari Bu Lurah, dan itu hasil verifikasi terakhir oleh petugas gabungan dari Kelurahan dan Bapermas, dan data yang sembilan rumah itu sudah setahun,”ujarnya.

Hasta menerangkan, bila memang data yang diberikan oleh kelurahan kepada Pemkot ternyata keliru, pihaknya siap membatalkan bantuan. ”Kalau soal warga yang iri dan ingin mendapatkan bantuan tersebut merupakan hal yang wajar. Setiap rumah yang lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan uang Rp 2,5 juta cash tanpa dipotong,” imbuh dia.  Ronald Seger Prabowo