JOGLOSEMAR.CO Komunitas Misa Indonesia Regional Solo Ingin Bangkitkan Kesadaran Pemuda

Misa Indonesia Regional Solo Ingin Bangkitkan Kesadaran Pemuda

344
BAGIKAN

Misa Indonesia, ya merupakan gerakan pemuda yang beranggotakan pemuda Katolik namun membuka peluang kepada siapapun baik non-Katolik untuk bergabung di organisasi pemuda ini. Tujuannya tak lain adalah mengaktifkan gerakan pemuda ke arah yang lebih positif, memiliki misi utama untuk membangkitkan kesadaran pemuda untuk bisa memaknai kehidupan. Misi ini menjadi prioritas, mengingat kesadaran pemuda di berbagai bidang kehidupan mulai meluntur, baik dalam bidang sosial, budaya maupun agama.

Untuk itu, diperlukan sebuah gerakan untuk bisa menyadarkan kembali betapa besarnya peran pemuda dalam kehidupan ini. Hal ini pulalah yang mulai dilakukan oleh organisasi gerakan Misa Indonesia yang dalam hal ini adalah Misa Indonesia Regional Solo, yang selama ini berusaha melakukan gerakan positif dalam berbagai momen di Solo.

Misalnya saja dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang diselenggarakan tiap Minggu di Solo. Dalam kesempatan ini Misa Indonesia Regional Solo berupaya melakukan gerakan yang mungkin saja jarang dilakukan oleh pemuda lainnya pada saat CFD. Mereka memungut sampah yang berserakan di area CFD dan selalu melempar senyum kepada setiap pengunjung.

Meskipun kegiatan itu terlihat sederhana, namun jika diambil maknanya memiliki pembelajaran yang luar biasa. Di antaranya, akan menjadi sindiran kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, karena masih banyak pula masyarakat yang dengan seenaknya membuang sampah. Padahal fasilitas kotak sampah sudah terpampang di berbagai sudut kota, namun tetap saja sampah berserakan setiap ada event seperti di CFD.

“Mungkin dengan kegiatan memungut sampah ini, akan dilihat pengunjung dan akan timbul rasa malu jika membuang sampah sembarangan,” kata salah satu Pentolan Misa Indonesia Regional Solo, Ferusta Novaadi, kepada Joglosemar, saat ditemui dalam kegiatan CFD, perayaan Hari Sumpah Pemuda, Minggu (28/10).

Sedangkan untuk gerakan senyum sapa kepada sejumlah pengunjung, ia mengatakan, juga merupakan gerakan pengingat kepada masyarakat agar tidak terlalu individualis. Karena dimungkiri atau tidak, sikap individualis ini mulai merajalela di tengah masyarakat dan harusnya tidak dibiarkan. Apalagi orang Solo sebagai masyarakat yang selama ini mengedepankan budaya harus menjaga pelestarian budaya ramah, gotong royong, dan mengedepankan rasa sosial.

Diakui Ferusta, Misa Indonesia tidak hanya menerima anggota dengan agama Katolik saja. Namun, komunitas ini akan menerima pemuda dari agama apapun yang tentunya memiliki niat menggerakkan pemuda lebih aktif. “Namanya pemuda itu kan dari berbagai agama, ya kita ingin menyatukan semua atas nama pemuda dan melakukan gerakan,” pungkasnya. Anisaul
Karimah