JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Penipuan Atas Nama Wartawan

Penipuan Atas Nama Wartawan

325
BAGIKAN
Ilustrasi/Antara

KLATEN—Tindak penipuan yang mengatasnamakan wartawan kembali terjadi Klaten. Kali ini dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten nyaris menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku berprofesi sebagai wartawan.

Kedua pejabat itu adalah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Kusno Gunarto dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Cahyo Dwi Setyanta.

Modus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku bernama Aries, seorang wartawan sebuah media bernama “Radar” itu kepada keduanya meminta sejumlah uang sumbangan untuk rekannya yang sedang dirawat di RS Dr Kariadi Semarang.

Saat ditemui di kantornya, Kusno mengatakan Selasa (23/10) sekitar pukul 12.00 WIB ia mendapatkan telepon dari seorang pria oknum yang mengaku wartawan itu.

Kepadanya, pria tersebut memberitahu bahwa rekannya Didik Purwanto yang juga wartawan saat ini dirawat di RS Dr Kariadi Semarang karena tengah menderita kanker otak dan segera dioperasi.

Selain itu, menurutnya Aries mengaku mengenal baik seorang wartawan Radar Solo yang bertugas di Klaten, Boy Rohmanto. Aries mengatakan bahwa saat ini dirinya dan Boy tengah berbagi tugas. Aries bertugas mencari sumbangan dana, sementara Boy bertugas mencari darah di PMI. “Saya lalu menghubungi Saudara Boy untuk mengecek kebenarannya.

Tapi ternyata, Saudara Boy mengaku tidak memiliki teman bernama Didik yang katanya dirawat di RS Dr Kariadi,” terang Kusno.

Demi memastikan kebenarannya, Kusno lalu mencoba menghubungi RS Dr Kariadi menanyakan keberadaan pasien yang bernama Didik Purwanto. Namun, pihak rumah sakit mengonfirmasi tidak adanya pasien bernama Didik Purwanto yang sakit kanker otak.
Hal serupa juga dialami Kepala BKD Klaten, Cahyo Dwi Setyanta. Sekitar pukul 14.00 WIB, dirinya menerima telepon dari pria yang mengaku sebagai Boy Rohmanto, wartawan Radar Solo. Pria itu meminta Cahyo mentransfer uang untuk biaya pengobatan temannya yang saat ini dirawat di RS Kariadi.

“Rencananya uang itu mau ditransfer besok (hari ini -red). Tetapi, pria itu malah telepon berkali-kali sehingga membuat saya curiga. Masa niat minta tolong kok seperti nagih utang,” seloroh Cahyo.

Terpisah, Wartawan Radar Solo, Boy Rohmanto, mengaku geram dengan kasus percobaan penipuan yang mencatut namanya tersebut. Setelah mendapatkan informasi itu, dia lalu meminta nomor telepon pria yang mencatut namanya itu. “Saya sudah telepon dia.

Awalnya dia sok kenal. Namun begitu saya tanya soal modus penipuan yang mencatut nama saya itu, dia buru-buru menutup telepon,” tukasnya.

Angga Purnama