JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Penumpang Kereta Meningkat 50%

Penumpang Kereta Meningkat 50%

436
BAGIKAN

SOLO—Jumlah penumpang Kereta Api (KA) kelas ekonomi dan eksekutif bisnis berbagai jurusan, yang berangkat dari Kota Solo naik 50 persen, selama sesi liburan long weekend bulan ini.

Kepala Stasiun Solo Jebres, Eksam Puji Santoso mengatakan, dengan adanya peningkatan jumlah penumpang itu PT Kereta Api Indonesia (KAI) sementara ini telah menyediakan satu unit rangkaian kereta Prameks relasi Yogyakarta-Solo (PP) terdiri dari empat gerbong, berkapasitas 148 kursi demi melayani enam jadwal perjalanan.

“Sebab, setelah diterapkannya tarif Rp 0 selama empat hari mulai 25 Oktober hingga 28 Oktober 2012 tingkat keterisian penumpang atau load factor di setiap gerbong Prameks selalu penuh. Jumlahnya, naik 50 persen dari kondisi sebelumnya 100 penumpang. Ini menunjukkan, animo masyarakat naik kereta jenis itu memang sangat tinggi,” ujar dia, Sabtu (27/10).

Diungkapkan dia, meskipun demikian para calon penumpang Prameks diminta harus membawa tiket saat hendak naik kereta tersebut. Mereka hanya perlu mengambil lembaran tiket di loket penjualan yang selalu tersedia di setiap stasiun besar maupun kecil Kota Solo maupun Yogyakarta.

Menurut dia, selain layanan tarif gratis, naiknya jumlah penumpang kereta Prameks saat ini, juga dipicu momentum liburan long weekend sehingga animo masyarakat untuk berwisata meningkat pesat.

Di lain pihak, Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan, Rustanto menyampaikan, memasuki liburan panjang kali ini pihaknya telah menyiapkan kereta ekstra Argo Dwipangga yang dijalankan pada 29 Oktober dan tiketnya sudah dijual sejak dua hari yang lalu.

“Saat ini, masih ada beberapa lembar tiket Argo Dwipangga ekstra yang tersisa di Stasiun Solo Balapan. Pada 28 Oktober, kami mematok harga tiket Rp 385.000. Sedangkan, pada 29 Oktober harga tiketnya Rp 375.000. Kapasitas Senja Utama juga penuh, dengan total kapasitas 370 seat dengan tujuh gerbong,” bebernya

 

Ilustrasi

Tarif Kereta Ekonomi AC Naik Hingga 20 Persen

SOLO—Tarif kereta kelas ekonomi AC mulai 25 Oktober 2012, naik 20 persen menjadi Rp 130.000 dari kondisi sebelumnya Rp 100.000. Kenaikan itu demi mendongkrak pendapatan sekaligus memaksimalkan layanan bagi calon penumpang KA.

Kepala Stasiun Solo Jebres, Eksam Puji Santoso mengaku, telah menerima telegram resmi dari Dirut PT KAI per tanggal 24 Oktober lalu, yang mengintruksikan perubahan harga tiket KA ekonomi AC berlaku mulai 25 Oktober kemarin.

“Naiknya tarif kereta jenis itu, lebih disebabkan saat ini sistem operasional KA Ekonomi AC menggunakan layanan komersial, dan sudah tidak disubsidi oleh Kemenhub,” kata Eksam, di ruang kerjanya, Sabtu (27/10).

Selain itu, juga sebagai upaya meningkatkan pendapatan perseroan. Adanya kebijakan baru ini, segera disosialisasikan ke masyarakat melalui media banner.

Dijelaskan Eksam, dengan penerapan tarif baru tersebut maka pada bulan berikutnya diberlakukan harga tetap, dan tidak lagi menerapkan harga per kilometer.

Selain itu, kata dia, adapun sejumlah kereta ekonomi non AC yang terkena pemberlakuan tarif flat per perjalanan, mulai 1 Desember 2012 mendatang. Antara lain, KA Matarmaja jurusan Malang-Jakarta, KA Sritanjung jurusan Lempuyangan-Banyuwangi, KA Pasundan jurusan Kediri-Bandung. Kemudian, imbuh dia, ada pula KA Kahuripan, KA Brawijaya, KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember serta KA Brantas Kediri-Jakarta.

“Jadi, nanti harga tiket di seluruh kereta tersebut dihitung setiap perjalanan dan tidak lagi per kilometer. Misalnya, jurusan Surabaya-Jakata maupun Surabaya-Kediri, tarifnya besok menjadi Rp 50.000 atau naik 20 persen dari tarif sebelumnya Rp 33.500 per penumpang,” tutur Eksam.

Fariz Fardianto