JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Rumah Abu Jadi Kamp Latihan

Rumah Abu Jadi Kamp Latihan

495
BAGIKAN
Joglosemar/Budi Arista Romadhoni
AMANKAN TKP-Sejumlah petugas Polisi tengah mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan Sumpah Pemuda, kampung Tegal Arum RT 02, RW 31, Mojosongo, Jebres Surakarta, Sabtu (27/10). Petugas polisi menemukan barang bukti bahan peledak dan amunisi milik terduga teroris Harun Nur Rosyid.

SOLO—Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris Mustaqbilal Qhak (26) alias Abu Hanifah dan Ahmad (30), di Jalan Lawu IV, Kampung Marengan RT 5 RW IX, Mojosongo, Jebres, Sabtu (27/10). Di kompleks rumah tersebut ditemukan tanah kosong diduga dijadikan camp latihan bela diri dan militer.
Selain itu, penggeledahan dilakukan di bengkel radiator milik Harun Nur Rosyid (40), di Jalan Sumpah Pemuda, Kampung Tegal Arum RT 2 RW 31, Mojosongo, Jebres.

Informasi Joglosemar, awalnya sekitar pukul 10.40 WIB, Densus menangkap Abu dan Ahmad di Jalan Sampangan RT 3 RW IX, Semanggi, Pasar Kliwon. Dari penangkapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan melakukan penggeledahan.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah Abu yang melibatkan Gegana dan personel Polrestra Surakarta sempat terdengar ledakan. Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 14.10 WIB dengan dentuman yang cukup besar, kemudian 15 menit kemudian terdengar suara dentuman ledakan. “Saya hanya diundang setelah ada beberapa petugas kepolisian datang ke rumah dan mengajak saya untuk memastikan bahwa rumah yang digeledah adalah rumah milik Mus dan Ahmad, itu saja,” terang Juwadi, ketua RT  setempat saat ditemui wartawan usai menyaksikan peledakan bahan peledak.

Barang yang diledakkan dari rumah Abu dan Mustaqbillah, berupa dua detonator dengan kekuatan tinggi dan bubuk misiu. Sedangkan yang disita meliputi cairan peledak, belerang serta senjata tajam jenis Mandau yang diduga milik salah satu terduga teroris. “Tadi saya hanya disuruh untuk menjauh dari kompleks bangunan rumah karena barang peledak yang tersimpan di salah satu kediaman rumah itu akan diledakkan,” kata dia.
Dikatakan Juwadi, kedua terduga teroris tersebut rumahnya saling berhadapan.

Sumber di lokasi menyebutkan, di kompleks tersebut ada dua rumah yang sering digunakan sebagai tempat latihan bagi para terduga teroris dan beberapa orang yang berpakaian aneh. Sedangkan di belakang rumah ada lahan kosong ditemukan beberapa alat untuk latihan perang.

“Ya pastinya tidak tahu kalau itu untuk latihan, karena di tempat tersebut sepi dan jarang orang mengetahui,” lanjut Juwadi.

Usai melakukan penggeledahan milik di rumah kedua terduga teroris yang berada di Marengan. Kemudian, penggeledahan dilanjutkan di bengkel servis gas dan regulator milik Harun Nur Rosyid  diduga untuk menyimpan beberapa amunisi dan bahan peledak. Dari tempat tersebut polisi hanya mengamankan beberapa bahan peledak yang diduga akan dirakit.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in saat ditemui wartawan di sela–sela memantau penggeledahan mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti pengembangan dari hasil penangkapan Densus 88 yang menangkap para terduga teroris di wilayah Madiun, Jakarta serta beberapa wilayah lainnya.

”Semua itu wewenang dari Mabes Polri, kita akan selalu bekerja sama untuk melakukan koordinasi dengan jajaran tim Densus 88 Anti Teror untuk mencari jejak para terduga teroris,” kata Kapolresta.

Rudi Hartono