JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Rusak Keindahan Kota, Spanduk dan PKL Liar Ditertibkan

Rusak Keindahan Kota, Spanduk dan PKL Liar Ditertibkan

259
BAGIKAN

SRAGEN—Aparat gabungan dari Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) merazia sejumlah spanduk dan pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang jalur protokol Sragen, Senin (29/10). Sementara, bersamaan dengan itu, kemarin tim penilaian Adipura 2012 sudah terjun untuk melakukan penilaian di Sragen.

Kepala Satpol PP Sragen, Sri Budi Dharmo, mengatakan razia PKL, parkir, dan spanduk liar dilakukan di sepanjang jalur utama Sukowati. Di depan RSUD dr Soehadi Prijonagoro sedikitnya ada enam PKL yang diberi peringatan karena berjualan di trotoar.

Kemudian, di depan kantor FIF Sragen, aparat juga memberikan peringatan karena banyak kendaraan yang terparkir sembarangan hingga memakan badan jalan.

Selain itu, tim juga memberedel belasan spanduk dan reklame yang izin pemasangannya sudah lewat batas. Di antaranya di titik Alun-alun Sragen dan di Jalan Ade Irma Suryani, Cantel. Beberapa spanduk di depan pertokoan yang tidak berizin, sudah usang, dan dipasang tidak pada tempatnya juga disikat.

“Untuk razia PKL memang rutin kami lakukan sebagai tindak lanjut dari Permendagri No 41 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Bahwa PKL dilarang berjualan di tempat fasilitas umum yang tidak ditetapkan untuk lokasi berjualan,” papar Budi ditemui usai razia.

Budi mengatakan penertiban juga sebagai upaya pembelajaran terhadap masyarakat untuk mematuhi peraturan agar tidak membuka tempat usaha di tempat-tempat yang bukan peruntukannya. Tujuan lain adalah mengembalikan keindahan kota serta mengembalikan fungsi fasilitas umum yang selama ini sedikit terganggu oleh kehadiran PKL, parkir, maupun spanduk liar.

“Kekhawatiran kami kalau dibiarkan nanti akan muncul komplain atau gugatan dari masyarakat akibat kurangnya fasilitas umum karena digunakan berjualan,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan penertiban sudah berlangsung sejak 30 Agustus lalu dan sama sekali tidak terkait dengan agenda persiapan penilaian Adipura 2012.

Di sisi lain, Kabid Kebersihan dan Pertamanan BLH, Purwo Santoso, mengatakan kemarin Sragen memang tengah kedatangan tiga personel dari tim penilaian Adipura 2012.

Sejauh ini, persiapan Adipura Sragen sudah digencarkan baik melalui pengadaan bank sampah, penataan pohon, hingga gerakan pengelolaan sampah.

Wardoyo