JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Antisipasi Longsor, Pemkab Siapkan Alat Berat

Antisipasi Longsor, Pemkab Siapkan Alat Berat

363
BAGIKAN

BOYOLALI—Mengantisipasi bencana tanah longsor, utamanya di sepanjang jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) serta kawasan lereng Merapi-Merbabu, Pemkab Boyolali menyiapkan alat berat yang dapat dimobilisa si sewaktu-waktu dibutuhkan. Sementara itu selain ancaman bencana tanah longsor, warga lereng Merapi juga dihimbau agar waspada banjir lahar dingin.
Agus Purmanto, Wakil Bupati Boyolali mengatakan setidaknya terdapat tiga jenis bencana yang harus diwaspadai, yakni angin ribut, banjir, dan tanah longsor. Khusus untuk bencana longsor yang rawan terjadi di lereng Merapi-Merbabu, menurutnya perlu diantisipasi agar tidak sampai menutup akses jalur SSB, yang menghubungkan Boyolali-Magelang. “Solusinya harus ada alat berat yang standby, karena itu kami siapkan alat berat,” terang dia, Senin (5/11).
Dengan adanya alat berat diharapkan saat terjadi bencana tanah longsor tidak sampai memutuskan jalur SSB dalam waktu lama. Langkah ini diambil Pemkab belajar dari pengalaman bencana tahun-tahun sebelumnya.
Selain menempatkan alat berat, pihaknya juga berkoordinasi dengan perangkat kecamatan Selo dan Cepogo. Sehingga saat terjadi bencana, masyarakat dapat digerakkan untuk melakukan gotong-royong menangani bencana tersebut.
Selain ancaman bencana tanah longsor, warga di lereng Merapi diminta untuk mewaspadai banjir lahar dingin. Menurut Agus Ali Rosidi, anggota Komisi IV DPRD Boyolali, ancaman lahar dingin perlu diantisipasi terutama memasuki musim penghujan. Meskipun menurut dia tidak ada pemukiman warga yang berada di sepanjang jalur sungai yang berhulu di puncak Merapi, namun masyarakat harus tetap waspada jika beraktivitas di sepanjang jalur sungai.
Menurut Agus, selama ini penanganan bencana selalu menggunakan dana tanggap darurat senilai Rp 3 miliar. Namun menurut dia lebih baik untuk penanggulangan bencana erupsi dan lahar dingin Gunung Merapi, dibuatkan pos anggaran tersendiri.
“Kalau ada pos anggaran sendiri kan tidak  mengganggu anggaran yang lain,” imbuh dia.
Selain itu pihaknya meminta agar Pemkab Boyolali memiliki inisiatif terhadap penanganan pra bencana, saat bencana itu terjadi, dan penanganan pasca bencana. Salah satunya yakni dengan melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Ario Bhawono