JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Belum Kantongi Izin Edar, Ribuan Botol Oxywell Dibakar

Belum Kantongi Izin Edar, Ribuan Botol Oxywell Dibakar

571
BAGIKAN

SUKOHARJO—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang memusnahkan ribuan botol air mi-
neral merek Oxywell milik PT Hanita Artha Nusantara, Jalan Bayu Nomor 18, Curidan, Grogol, Sukoharjo, Rabu (14/11). Pemusnahan dengan dibakar dilakukan karena minuman itu belum mengantongi izin edar, namun sudah beredar luas di masyarakat.
Kepala BPOM Semarang, Supriyanto Utomo mengatakan, pemusnahan ribuan botol Oxywell itu merupakan hasil laporan masyarakat me-
ngenai adanya produk palsu. “Mendapati barang palsu itu kami langsung melacak lokasi produksinya. Ternyata minuman tersebut belum mempunyai izin edar,” ujar Supriyanto di sela-sela pemusnahan.
Oleh karena dianggap ilegal maka harus dimusnahkan. Terlebih produk ini adalah produk uji coba yang bukan untuk dijualbelikan. “Produk yang belum mempunyai izin edar tetapi sudah beredar di masyarakat telah melanggar UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan, khususnya pasal 58. Terhadap produk yang melanggar izin edar ancaman hukumannya 3 tahun dan denda Rp 360 juta,” paparnya.
Menurut Supriyanto, proses hukum kasus ini terus berlanjut dengan ditangani langsung Polda Jateng. Dari pihak pabrik juga mengakuinya dan menjelaskan beredarnya produk ini adalah atas permintaan dari mitra bisnisnya. “Produk uji coba ada sejumlah 3.000 lebih dan dikirimkan ke stokis-stokis. Kalau dari sisi kualitas pasti sudah bagus, tetapi ini memang belum ada izin edarnya,” terang Handoyo, pemilik Oxywell.
Pabrik di Sukoharjo ini baru berdiri Mei lalu dan belum berproduksi. “BPOM meminta legalnya dulu diurus, baru bisa mengedarkan produk. Untuk izin-izin yang lain sudah terpenuhi, namun untuk izin edar memang sedang dalam proses pengurusan,” imbuhnya.

Muhammad Ismail