JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kendaraan Pribadi Langgar Ambang Batas Emisi

Kendaraan Pribadi Langgar Ambang Batas Emisi

326
BAGIKAN
Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO—Sebanyak 270 kendaraan pribadi yang mengikuti uji emisi gratis Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), masih ditemukan emisi gas buang yang melebihi ambang batas. Uji emisi gratis yang digelar di depan Stadion Gelora Manahan, Sabtu (3/11), merupakan upaya sosialisasi penerapan uji emisi kendaraan pribadi yang rencananya diberlakukan tahun depan.

“Kendaraan pribadi yang diuji ada yang berbahan bakar bensin, ada pula yang solar. Untuk kendaraan berbahan bakar bensin sebanyak 40 persen tak lolos uji, sedangkan untuk kendaraan solar sekitar 60 persen,” terang Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana (Teksar) Arif Handoko, di sela–sela pemeriksaan, Sabtu (3/11).

Menurutnya, meski sudah dilaksanakan lima kali namun persentase hasil pada tiap digelar uji emisi tak jauh beda. Arif menilai, kesadaran masyarakat belum terbangun. Dia mengatakan, hal itu masih wajar karena belum ada aturan teknis yang mengikatnya. “Dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebenarnya sudah disebutkan. Tetapi kewajiban kendaraan pribadi tidak tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan dan peraturan daerah (Perda) yang berlaku di Solo,”  kata dia di sela–sela pemeriksaan, Sabtu (3/11).

Karenanya, dalam pembahasan Rancangan Perda (Raperda) Pelayanan Perhubungan kewajiban uji emisi kendaraan pribadi dimasukkan dalam pasal–pasalnya. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dishubkominfo Kota Surakarta Yosca Herman Soedrajad.
Herman menjelaskan, Perda tersebut nantinya akan dilengkapi dengan Surat Keputusan Walikota (SK Walikota) yang mengatur lebih detil klasifikasi kendaraan pribadi yang wajib melakukan uji emisi. “Kami paham itu tak bisa dilaksanakan langsung, tetapi harus bertahap. Selain sosialisasi pada pemilik kendaraan, ini juga harus didukung kesiapan bengkel penyedia alat uji emisi. Secara teknis nanti akan diklasifikasikan berdasar tahun mesin kendaraan tersebut. Misalnya yang wajib uji adalah kendaraan dengan yang berusia satu sampai lima tahun, ” kata dia.

Menurutnya, kewajiban uji emisi kendaraan pribadi justru mendesak. Hal itu mengingat kondisi jalan yang saat ini dipadati kendaraan pribadi, bukan angkutan umum. Artinya, jenis kendaraan ini menjadi penyumbang cukup besar pada polusi udara.
Sementara Direktur GBT Laras Imbang, Suwito Sumargo, mitra Dishukominfo dalam uji emisi tersebut mengatakan, kurangnya kesadaran perawatan kendaraan menyebabkan emisi gas buang melebihi ambang batas.

“Idealnya, untuk kendaraan buatan di bawah tahun 2007, kadar CO kurang dari 4,5 persen dan kadar HC di bawah 1200 ppm. Sementara untuk kendaraan di atas tahun 2007 seharusnya kadar CO di bawah 1,5 persen dan HC di bawah 200 ppm,” kata penyedia produk engine conditioning itu.

Dini Tri Winaryani