JOGLOSEMAR.CO Komunitas Komunitas Pemuda Pencinta Quranan (KomppaQ) : Beralih ke Metode Tadarus, Perbaikan Teknik...

Komunitas Pemuda Pencinta Quranan (KomppaQ) : Beralih ke Metode Tadarus, Perbaikan Teknik Membaca

443
BAGIKAN

Ketika membaca ayat cuci Alquran, belum tentu apa yang sudah dibaca itu 100 persen benar. Artinya, masih ada beberapa kesalahan, baik dari pengucapan huruf, hukum tajuid, atau pun hukum pembacaan lainnya. Untuk itu, diperlukan sebuah pembelajaran yang tepat agar teknik membaca Alquran kita terus mengalami peningkatan dan bisa mendekati sempurna.
Demikian pula yang dilakukan oleh Komunitas Pemuda Pencinta Alquran (KomppaQ) yang selama ini berupaya agar setiap anggota bisa membaca Alquran dengan baik. “Awalnya KomppaQ menggunakan metode mengaji biasa dalam setiap kegiatan rutin Quranan, namun demi perbaikan bersama, maka kini kita menggunakan metode tadarus,” terang Koordinator KomppaQ, Shodiq Anwar, kepada Joglosemar, di Masjid Al-Fatah Dukuh Kasiha, Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar, Sabtu (10/11).
Ia menjelaskan, metode tadarus adalah metode membaca Alquran dengan menyimak satu sama lain dengan pembaca lain. Sehingga, ketika ada kekeliruan pembaca lain dapat mengingatkan atau bahkan membenarkannya. Untuk lebih menguatkan lagi, metode ini disimak oleh lebih dari satu pembaca lain sesuai dengan kelompok yang ada.
Diakuinya, ketika menggunakan metode ini banyak anggota yang masih perlu perbaikan dalam membaca Alquran. Terbukti, masih ada beberapa kesalahan pembacaan yang dilakukan anggota, dan ini tentunya harus ada perbaikan agar pembacaan bisa benar.
Lanjut Shodiq, berbeda ketika salah satu anggota hanya membaca dengan metode mengaji biasa, yang tidak ada yang menyimak atau mengoreksi kesalahan yang ada. “Kalau baca biasa memang lebih cepat, namun itu belum tentu sudah benar,” ujarnya.
Menurutnya, ketika membaca Alquran yang diprioritaskan bukanlah berapa banyak yang sudah kita baca, namun mengutamakan teknik membaca yang benar dan tentunya istiqomah atau dapat berjalan secara terus menerus.
Bicara tentang Istiqomah, KomppaQ juga berusaha Istiqomah dengan menjalankan kegiatan Quranan secara rutin setiap pekannya yaitu Sabtu malam di tempat anggota secara bergiliran. “Kita berusaha agar kegiatan ini berjalan secara rutin, dan kita ingin anggota juga tetap eksis dengan kegiatan,” harapnya.

Tausiyah
Shodiq mengatakan, dalam kegiatan rutin tersebut juga diselipkan pula kegiatan tausiyah dengan berbagai pembahasan. Kegiatan itu sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan anggota tentang keagamaan. “Kita gelar tausiyah setiap kali pertemuan. Usai kegiatan Quranan berlangsung,” katanya.
Kegiatan itu, terang Shodiq, diisi oleh salah satu anggota yang dianggap memiliki kemampuan untuk berbagi pengetahuan agama dengan anggota lain. “Ada anggota kita yang memang sudah cukup berpengalaman, ada pula yang anggota biasa. Sehingga di KomppaQ kita bisa berbagi,” katanya.
Ia menambahkan, anggota KomppaQ memang beragam, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), mahasiswa hingga pemuda yang telah berkeluarga.

Anisaul Karimah