JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Meninggal, Jadi Anggota Parpol

Meninggal, Jadi Anggota Parpol

252
BAGIKAN

SUKOHARJO—Lebih dari 10 orang yang sudah meninggal dunia, namun nama-
nya terdaftar sebagai anggota partai politik (Parpol). Hal ini diketahui saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo melakukan verifikasi faktual terhadap Kartu Tanda Anggota (KTA) Parpol sebagai syarat menjadi peserta Pemilu 2014.
“Tidak hanya itu saja, saat verifikasi KPU mendapati warga mengaku bukan anggota Parpol A atau B, meski nama-
nya tercantum sebagai anggota yang diserahkan Parpol,” ujar Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto, Jumat (16/11).
Dituturkan, orang meninggal yang tercatat memiliki KTA dari hasil verifikasi KPU ada lebih dari 10 orang. KPU juga menemukan kejanggalan-kejanggalan lainnya. Antara lain, banyak Parpol yang membuat KTA berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk jadi anggota Parpol. Juga, banyak warga perantau yang tercantum sebagai anggota, padahal perantau itu sudah pindah alamat dan bukan warga Sukoharjo lagi. “Parpol tidak bisa membohongi KPU. Karena KTA Parpol dibuat berdasarkan DPT, saat diverifikasi KPU, warga bersangkutan menyatakan bukan anggota Parpol A atau B,” paparnya.
Dalam verifikasi yang dilakukan hingga 24 November ini, jelasnya, petugas sudah menyiapkan surat pernyataan yang harus ditandata-
ngani warga yang diverifikasi. Warga yang didatangi harus membubuhkan tanda tangan di berita acara yang sudah disiapkan, terlepas dia benar anggota Parpol tertentu atau menyatakan bukan anggota. “Surat peryataan ini sebagai penegasan hasil verifikasi KTA di lapangan. Artinya, Parpol juga tidak bisa mengelak,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika dalam verifikasi ini syarat 10 persen sampel yang diverifikasi tidak terpenuhi, hasilnya akan diserahkan kepada Parpol bersangkutan untuk diperbaiki.
Anggota KPU Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Yulianto Sudrajat menambahkan, KPU melakukan verifikasi faktual terhadap 13 Parpol yang lolos administrasi sebagai peserta pemilu 2014. Jumlah tersebut dimungkin-
kan menyusut jika Parpol tersebut tidak lolos dalam verifikasi faktual oleh KPU. “Dari ke-13 Parpol tersebut masing-masing PAN, PBB, PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Hanura, Gerindra, PKS, PKB, Partai Nasdem, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Persatuan Nasional, dan PPP,” katanya.

Muhammad Ismail