JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Kasasi Kasus Sriwedari

Pemkot Kasasi Kasus Sriwedari

398
BAGIKAN

SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta secara resmi mengirimkan memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah memenangkan gugatan ahli waris Wiryodiningrat terkait sengketa lahan Sriwedari.
Demikian diungkapkan kuasa hukum Pemkot Surakarta, Suharsono kepada Joglosemar, Jumat (2/11). Nota kasasi sudah dikirmkan ke MA awal bulan Oktober kemarin.
“Benar, kami memang mengajukan kasasi atas putusan PT Jateng tersebut. Awal Oktober kemarin secara resmi kita mengirimkan kasasi tersebut ke Mahkamah Agung, karena kami menganggap keputusan dikabulkannya gugatan ahli waris tersebut oleh Pengadilan Tinggi sebagai sesuatu keputusan yang aneh dan salah,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, dalam kasus tersebut Pengadilan Negeri (PN) Surakarta seharusnya tinggal mengeksekusi lahan dan tidak berhak dimintakan pemeriksaan ulang.
Selain itu Suharsono juga merasa majelis hakim telah melanggar Undang-Undang (UU) tentang kekuasan pokok kehakiman karena majelis hakim pengadilan tidak dapat mengadili atau memeriksa putusan Mahkamah Agung atau institusi di atasnya.
“Seharusnya Pengadilan Negeri Surakarta tinggal eksekusi saja kalau sebuah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap harusnya tinggal dieksekusi tidak untuk dimintakan pemeriksaan ulang,”tambahnya.
Suharsono menambahkan, dirinya mengaku terkejut dengan keputusan tersebut, sebab putusan pengadilan pada tingkat pertama yang menilai gugatan nebis in idem sudah tepat. Pemkot selama ini juga telah mengelola lahan dengan sangat baik.
“Sriwedari itu aset penting yang dipertahankan oleh Pemkot, sebab lahan tersebut merupakan lahan yang akan digunakan untuk aktivitas masyarakat bukan perorangan,” tambahnya.

Dua Bulan Lalu
Sebelumnya, lahan Sriwedari yang berada di pusat Kota Solo itu terancam lepas dari tangan Pemkot yang selama ini menguasai dan mengelolanya. Sebab, Pengadilan Tinggi Jawa Tengah telah memenangkan gugatan yang diajukan oleh ahli waris Wiryodiningrat yang mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut.
Ahli waris Wiryodiningrat mengajukan gugatan pengosongan lahan Sriwedari pada awal 2011 silam melalui Pengadilan Negeri Surakarta. Ahli waris menganggap bahwa lahan seluas 34.000 meter persegi itu merupakan milik mereka berdasarkan putusan pengadilan pada tahun 1985.
Namun, pengadilan menolak gugatan tersebut lantaran kasus itu pernah disidangkan dan memiliki kuasa hukum tetap atau nebis in idem. Penggugat atau ahli waris yang merasa tidak puas dengan putusan tersebut akhirnya mengajukan banding.
Kemenangan ahli waris Wiryodiningrat dalam putusan banding tersebut diakui kuasa hukum Pemerintah Kota Surakarta, Suharsono dan telah menerima salinan putusan sekitar dua bulan lalu.

Ronald Seger Prabowo