JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali 8 Kantong Darah Terindikasi HIV

8 Kantong Darah Terindikasi HIV

402
PMI
PMI

BOYOLALI—Palang Merah Indonesia (PMI) Boyolali menemukan sedikitnya delapan kantong darah  dari total 9.500 kantong darah yang ada tercemar virus HIV dan virus penyakit berbahaya lainnya. Temuan itu terakumulasi selama tahun  2012 ini.

“Di tahun 2012 persentase penemuan kantong darah bermasalah cukup kecil. Tidak sampai satu persen, sedangkan 99,9 persen darah yang dikelola PMI sehat dan memenuhi syarat kesehatan. Kalau ada darah yang tidak sehat, langsung kami musnahkan. Kemarin kami menemukan delapan darah yang bermasalah,” ujar Ketua PMI Boyolali, Syamsudin, Jumat (28/12).

Dijelaskan, virus dalam darah yang paling banyak ditemukan adalah jenis hepatitis dan penyakit menular seksual. Walaupun ditemukan darah bermasalah, tetapi kualitas darah di PMI cukup bagus. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin minta darah, karena darah hasil donor diproses screening secara ketat.

”Jika tidak melalui proses maka akan banyak ditemukan darah yang bermasalah dan itu bisa membahayakan masyarakat,”  ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali  tersebut.

Dikatakan, proses screening darah memang  dilakukan sangat ketat. Begitu darah dari pendonor sampai di kantor PMI, maka harus dicek kondisi kantongnya lebih dulu. Darah dimasukkan ke dalam perangkat screening untuk dilihat kualitasnya. Jika selama screening  ditemukan darah yang bermasalah, maka langsung dipisahkan.

”Darah yang sehat pun langsung dimasukkan ke lemari pendingin. Jika darah itu akan dibawa ke rumah sakit, harus dijaga agar tetap steril dengan dimasukkan termos pendingin,” katanya.

Dijelaskan, sampai saat ini, stok darah di PMI masih mencukupi kebutuhan. Untuk darah golongan A ada 21 kantong, darah golongan B  116 kantong, darah golongan O 160 kantong, sedangkan darah golongan AB ada20 kantong. Jumlah itu pun diperkirakan akan bertambah seiring banyak masyarakat ikut berdonor.

”Sampai awal tahun 2013 mendatang darah di Boyolali masih bisa tercukupi dan ini kemungkinan akan bertambah persediaannya,” tambah Humas PMI Boyolali, Wahyu Budi Setyawan.

Ari Welianto

BAGIKAN