AFC: Sadarlah Elite Sepakbola Indonesia!

AFC: Sadarlah Elite Sepakbola Indonesia!

156

KUALA LUMPUR—Pemerintah membentuk gugus tugas yang terdiri atas lima orang untuk menghindarkan persepakbolaan Indonesia dari sanksi FIFA. Sementara, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menuding elite sepakbola sebagai biang dari kisruh ini.
“Pembentukan task force dimaksudkan untuk mengantisipasi sanksi FIFA sekaligus berkonsultasi dengan badan ter-
tinggi itu,” kata pejabat sementara Menpora Agung Laksono di Jakarta, Selasa (11/12).

Lima orang pengemban gugus tugas (task force) ialah Rita Subowo, Tono Suratman, Agum Gumelar, Yuli Mumpuni, dan Djoko Pekik dengan nama pertama sebagai ketua. Gugus tugas itu dibentuk oleh pjs Menpora sebagai delegasi Indonesia untuk berkonsultasi dengan FIFA dan AFC terkait penyelesaian dualisme yang menemui jalan buntu.

Konsultasi tersebut salah satunya berisi rekomendasi pemerintah kepada FIFA agar sanksi tidak diberlakukan untuk Indonesia atau paling tidak ditunda. Apabila pilihan kedua yang diberlakukan maka jeda waktu penundaan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberi kesempatan proses rekonsiliasi ulang antara PSSI dan KPSI.

“Pembentukan task force dilakukan sore ini dan malam ini akan langsung bekerja. Mereka harus bekerja cepat karena waktu yang tersisa sangat sedikit sampai 14 Desember mendatang,” kata Agung.

“Maka dari itu, harus ada perkembangan sebelum FIFA melakukan pertemuannya di Tokyo,” katanya.
Bilamana FIFA tetap menjatuhkan sanksinya, pemerintah bersama task force telah menyiapkan sejumlah antisipasi sanksi. Mekanisme antisipasi masih dibicarakan seiring proses konsultasi pemerintah kepada FIFA dan AFC.

Sementara, AFC menuding elite sepakbola yang ada di KPSI dan PSSI sebagai sumber masalah yang ada di Indonesia. Sebagai akibatnya, publik sepakbola Indonesia menjadi korban.

“Saya melihat betapa pentingnya sepakbola bagi masyarakat Indonesia dan masalah ini harus diselesaikan,” kata anggota komite eksekutif (Exco) AFC, dan Wakil Presiden FIFA untuk Asia, Pangeran Ali bin Al-Hussein.

Dia juga menyebut bahwa tragedi meninggalnya Diego Mendieta sebagai salah satu bukti runyamnya sepakbola Indonesia. “Kami sudah melakukan yang terbaik untuk task force dari AFC, namun tragedi menyedihkan (meninggalnya Mendieta) adalah salah satu sampel bahwa hal ini harus diselesaikan dan sesegera mungkin,” kata pangeran Yordania ini.

“Saya pikir jika semua pihak yang terkait dengan sepakbola perlu menyadari bahwa jika mereka ingin melayani rakyat, mereka harus menghilangkan perbedaan dan mendiskusikan situasi yang ada di Tokyo selama kongres Exco FIFA,” kata dia.

  • Antara | Reuters
BAGIKAN