JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Jalan Senilai Rp 7 M Rusak Lagi

Jalan Senilai Rp 7 M Rusak Lagi

294
BAGIKAN

Joglosemar | Ari Welianto
BERLUBANG—Kendaraan tengah melintasi jalan berlubang di jalan lingkar utara (Jalingkut) Boyolali, Jumat (28/12) kemarin. Padahal jalan tersebut baru November lalu selesai diperbaiki.
BOYOLALI—Baru bulan November kemarin selesai di perbaiki, jalan lingkar utara (Jalingkut) Boyolali yang berada di antara Dukuh Banaran dan Dukuh Karang Kepoh kembali rusak dan berlubang-lubang cukup dalam. Kondisinya diperparah oleh tingginya curah hujan belakangan ini, ditambah jalan tersebut sering dilalui kendaraan berat.

“Itu rusaknya baru saja sekitar bulan November lalu pasca selesai diperbaiki. Tidak hanya di sini tapi  menyebar di beberapa titik jalan,” ujar warga Desa Banaran, Rian Ahmad (30), Jumat (28/12).

Dengan kondisi seperti itu, pengendara khususnya sepeda motor harus hati-hati saat melintasinya. Bahkan pengemudi sempat kaget saat melihat dan harus menghindar tiba-tiba lantaran lokasinya tepat berada di tikungan yang mana tidak bisa dilihat dari kejauhan. Untungnya sampai saat ini belum ada korban yang jatuh akibat jalan berlubang ini.

“Kalau hujan terus menerus selama satu bulan lama-lama akan semakin parah dan lubangnya  semakin lebar. Bahkan bisa juga menyebar ke beberapa titik, apalagi di sini kondisi tanahnya sangat labil,”  ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali, Cipto Budoyo menyatakan akan mengecek lebih dulu kondisinya. Kalau untuk perbaikan masih jadi tanggung jawab kontraktor karena masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kami cek kondisinya. Kalau perlu diperbaiki akan kami sampaikan ke kontraktor untuk segera turun tangan,” jelas dia.
Cipto membenarkan jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki sekitar bulan November lalu. Jalan tersebut, sebelumnya rusak parah.  “Itu sudah rampung November lalu dengan anggaran Rp 7 miliar,”  tandasnya.

Ari Welianto