JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Keluarga Pertanyakan Penangkapan Terduga Teroris

Keluarga Pertanyakan Penangkapan Terduga Teroris

542
BAGIKAN
IDENTITAS-Paman terduga teroris Winduro, Mulyanto memperlihatkan kartu identitas Winduro, Jumat (7/12). (Foto: M Ikhsan)

KARANGANYAR – Nur Hadi, orangtua Windurno, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Polri mempertanyakan penangkapan yang terhadap anaknya,  Jumat (7/12/2012).  Nur Hadi belum diberitahu keberadaan anaknya tersebut.  “Petugas tersebut bilang mau dibawa dulu untuk dimintai keterangan di dekat-dekat sini,”  jelasnya saat ditemui di Pulosari, Sroyo, Jaten.

Paman Windurno, Mulyanto juga tidak terima dengan penangkapan tersebut lantaran keponakannya tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Dirinya dan kelauarga pun berharap  segera ada kejelasan keponakannya. “Pagi  (6/12/2012-red) saya datang ke Polsek dan Polres tapi dari disuruh menunggu satu minggu,” kata Mulyanto.

Untuk diketahui tiga orang terduga teroris yang merupakan warga Pulosari, Sroyo, Jaten, ditangkap oleh sejumlah aparat kepolisian dari Desnsus 88. Ketiganya adalah Winduro (18),  yang ditangkap Kamis (6/12) serta  Bambang  (45) dan Ferry Susanto (24) pada Jumat (7/12) saat bekerja di pabrik.

Penangkapan Widurno dilakukan seusai Widurno menunaikan salat Asar di musala yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Pada saat tersebut Winduro salat bersama ayahnya, Nur Hadi dan adiknya. Penangkapan tersebut dilakukan aparat dengan menggunakan sebuah mobil dan sejumlah sepeda motor.  “Mereka membawa senjata api.  Juga ada yang sebelumnnya ikut sholat dengan kami,” ungkap Nur Hadi

Setelah penangkapan ketiga orang terduga teroris tersebut, Tim Densus 88 bersama Satuan Brimob serta Tim Inafis Polres Karanganyar melakukan olah tempat kejadian perkara kemarin (7/12). Pertama olah TKP dilakukan di salah satu gudang rosok yang berada sekitar 100 meter dari kediaman orang tua Windoro. Dari tempat tersebut petugas menemukan  potongan besi, ketapel, serta rompi jihad. Sedangkan di lokasi kedua, yakni di rumah Bambang, petugas hanya menemukan sejumlah buku jihad.

Sedangkan dari kediaman Feri yang berada sekitar 300 meter dari rumah Bambang, petugas menemukan serbuk hitam yang merupakan bahan pembuat bom serta rangkaian bom yang akan digunakan sebagai bahan peledak.“Yang ditemukan serbuk hitam, rangkaian bom serta bahan yang diduga merupakan bahan untuk merakit bom,” jelas petugas yang tak mau disebutkan namanya, kemarin.

Muhammad Ikhsan