Korban Tenggelam di Pantai Selatan Ditemukan

Korban Tenggelam di Pantai Selatan Ditemukan

1134

BANTUL—Tim SAR Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (28/12) dini hari berhasil mengevakuasi Prihandoyo alias Nduyut (13) pelajar asal Tawangmangu, Karanganyar, yang hilang di pantai tersebut. Nduyut dimakamkan di desanya yakni Banjarsari, Tawangmangu, kemarin.

Sementara itu santri asal Ponpes Isykarima, Karangpandan, Muhammad Nur Misuwari (17), yang hilang di Pantai Pancer, Pacitan, juga berhasil ditemukan. Jenazah Musuwari warga Lamongan, ditemukan tak sengaja karena tersangkut jala nelayan di perairan Gelon, Pacitan.

Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Sutanto menjelaskan korban Prihandoyo berhasil dievakuasi skeitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Menurut dia, keberadaan jenazah korban sebelumnya sudah terdeteksi oleh nelayan di wilayah Watu Teguh, timur posko SAR Parangtritis sekitar 1,5 kilometer pada Kamis (27/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Akan tetapi, kata dia, karena terkendala angin kencang dan air pasang, proses evakuasi terhadap jenazah korban waktu itu belum bisa dilakukan melalui jalur laut.

“Kami harus menempuh jalur darat karena evakuasi melalui jalur laut terkendala ombak pasang. Batuan karang di Watu Teguh juga cukup terjal,” katanya. Ia mengatakan, tim evakuasi yang terdiri atas sepuluh orang itu memulai perjalanan sekitar pukul 24.00 WIB, karena jenazah korban terjepit batuan karang proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam. “Berbekal palu besar, tim harus memecah batu karang yang menghimpit jenazah, saat ditemukan, jenazah korban masih mengenakan kaos hitam,” katanya.

Terpisah, Camat Tawangmangu Yophi Eko Jati Wibowo, melaporkan Prihandoyo sudah dimakamkan di desanya. “Jenazah sampai di rumah duka jam 09.00 WIB dan dimakamkan pukul 11.00 WIB, sebelum salat Jumat,” jelas Yophi. Kapolsek Tawangmangu AKP Riyanto mengutarakan dari hasil kordinasi yang dilakukan dengan Tim SAR Yogyakarta korban meninggal murni karena kecelakaan. Korban yang saat itu tengah asyik bermain sepakbola diterjang ombak dan terseret arus hingga ke tengah lautan.

Dari pacitan, sejumlah nelayan di pesisir selatan Pacitan, secara tidak sengaja menemukan jenazah Misuwari yang tersakut jala mereka. Informasi dari Kapolsek Kebonagung, Pacitan, AKP Sardjono, menyebutkan, jasad korban Misuwari ditemukan di sekitar Perairan Gelon, Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung. “Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan beberapa luka di bagian kepala dan tubuh akibat benturan dengan karang,” kata Kapolsek.

Dari temuan itulah beberapa nelayan kemudian melapor ke tim SAR setempat, yang sejak kemarin melakukan pencarian. Setelah mendapat laporan, beberapa anggota tim SAR langsung meluncur menuju lokasi titik temuan dan kemudian mengevakuasi jenasah menuju daratan.

Peritiwa tenggelamnya Muhammad Nur Misuari (17) terjadi pada, Kamis (27/12), di Pantai Pancer Door. Tiga santri lain asal Ponpes Isykarima juga sempat terseret arus balik ombak yang menggulung tubuh keempat remaja tersebut, namun berhasil diselamatkan beberapa santri lain.

Antara | Detik | Muhammad Ikhsan

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR