JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Otak Teroris Polsek Dibekuk

Otak Teroris Polsek Dibekuk

377
BAGIKAN
PENGGELEDAHAN—Petugas dari unit identifikasi membawa kotak yang diduga berisi barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari kediaman terduga teroris, Ihsan dan Tony di Masjid Baitul Amin Dukuh Waringinrejo RT 05/ RW XXI, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (11/12).

SUKOHARJO—Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, berhasil menangkap terduga teroris otak pemasang bom di Mapolsek Pasar Kliwon, Senin (20/11), lalu.

Kali pertama ditangkap, terpidana teroris Roki Aprisdianto alias Atok alias Roki alias Atok Prabowo, di Terminal Madiun, Senin (10/12), malam. Kemudian, berkembang menangkap Ihsan (27) dan Toni (25), di kawasan Cemani, Grogol, Sukoharjo. Terakhir, Selasa (11/12) siang, menangkap Sugimin (45), warga Mondokan RT 4 RW XI, Purwosari, Laweyan, Solo, diduga sebagai penyandang dana.

Informasi diperoleh Joglosemar, menyebutkan Roki, yang kabur dari tahanan Polda Metro Jaya, pada 6 November, lalu selama ini berada di rumah istri mudanya di Jawa Timur. Terpidana 6 tahun itu, saat kabur mengelabui petugas jaga dengan mengenakan cadar.

“Dia ditangkap pada saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Solo di Terminal Madiun Kota. Ditangkap Densus yang mengejar bersangkutan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, seperti dikutip Vivanews, Selasa (11/12).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Densus menemukan bahan peledak seperti yang ditemukan di Halaman Polsek Pasar Kliwon. Dari penangkapan Roki tersebut, Densus mengembangkan hingga berhasil menangkap Ihsan di kompleks Masjid Baitul Amin Waringinrejo Jalan Sidomulyo RT 5 RW XXI, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (10/12) malam.

Diduga penjual kebab itu, membantu selama dalam pelarian Roki dan merakit bom yang dipasang di Halaman Mapolsek Pasar Kliwon. Temannya Ihsan, Toni yang membantu berjualan kebab di kawasan Batik Keris juga ditangkap. “Dua ini diduga memberi bantuan Roki selama dalam pelarian dan diidentifikasi membantu Roki untuk membuat bom rakitan,” ujar Boy.

Di Cemani, Ihsan dan Toni, dikenal sebagai penjual kebab yang asalnya dari Sleman, Yogyakarta. Warga setempat Saptono Wiyono, tidak mengetahui adanya penangkapan terhadap Ihsan dan Toni meski posisi rumahnya berada di samping masjid. Meski demikian, Sapto mengaku sedikit banyak aktivitas Ihsan dan Toni. “Ihsan sering sweeping Miras bersama rekan-rekannya mungkin karena itu mereka merasa terganggu,” katanya.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari membenarkan adanya penangkapan tersebut. Akan tetapi tidak mengetahui jaringan mana terduga teroris tersebut. Kemarin siang, Densus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Masjid Baitul Amin. Dari olah TKP, ditemukan kertas cara merakit bom dan bahan perakit bom di kamar Ihsan di belakang masjid.

Pantauan Joglosemar dari lokasi kejadian, olah TKP dilakukan pukul 13.30 WIB. Anggota Polres Sukoharjo dibantu dengan Brimob menjaga ketat lokasi kejadian.

Selain itu, disita pula HP, pedang, plastik berisi arang, kaset, plastik berisi semen, plastik berisi serbuk, bendel kertas berisi cara merakit bom, buku harian warna cokelat dan plastik berisi arang.

Anak Buah Sigit Qordowi

Ketua Yayasan Masjid Baitul Amin, Basuki diminta Polres Sukoharjo untuk menyaksikan pengambilan sejumlah barang di kamar yang ditempati Ihsan. Dari barang tersebut jumlahnya ada enam item yang dibungkus dalam plastik warna orange.
“Isi barang tersebut apa saja saya tidak begitu jelas melihat. Yang jelas ada bungkusan seperti arang, semen, serbuk warna hijau dan lainnya,” ujar Basuki.

Penasihat Masjid Baitul Amin, Ustaz Muhammad Sholeh Ibrahim menambahkan bahan yang dibawa Densus ada sembilan item. “Saya melihat sendiri Ihsan anak buah Sigit Qurdowi. Kalau Toni adalah pengikutnya Ihsan yang membantu dalam jualan kebab dan juga tinggal di masjid,” ujarnya.

Sholeh menambahkan, pernah mengusir banyak orang di masjid yang diketahui adalah teman dari Ihsan. “Dari keterangan polisi bahan yang diambil bisa dijadikan bahan perakit bom karena ada buku panduannya,” katanya.

Densus terakhir menangkap Sugimin. Ia yang menjadi juru parkir ditangkap saat bersembunyi di Pom Bensin Manahan, tepatnya di daerah Gondang, Manahan, Banjarsari, Solo, sekitar pukul 09.00 WIB. “Iya memang tadi ada penangkapan di kamar mandi pom bensin. Saya tidak tahu jelasnya yang ditangkap itu siapa dan yang menangkap itu dari mana,” ujar salah satu karyawati pom bensin yang enggan ditulis namanya.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in saat dikonfirmasi membenarkan atas penangkapan tersebut. Namun Kapolresta enggan menjelaskan terduga teroris yang ditangkap terlibat jaringan siapa dan apa perannya. “Kami hanya mengimbau, untuk masyarakat agar selalu waspada untuk melaporkan segala sesuatu yang mencurigakan kepada polisi,” kata dia.

Boy menambahkan, setelah kasus dikembangkan ditangkap SG yang diduga ikut membantu ketiganya dalam pendanaan pembuatan bom rakitan. Densus menduga kuat kelompok ini adalah pelaku yang meletakkan bom rakitan di Mapolsek Pasar Kliwon 21 November yang lalu. “Saat ini masih diperiksa lebih lanjut termasuk pengembangan tersangka lainnya,” ucapnya.

 Muhammad Ismail | Rudi Hartono | Eko Susanto