JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Solo Waspada “Bom” Sampah

Solo Waspada “Bom” Sampah

490
BAGIKAN
ilustrasi Sampah

BALAIKOTA—Masalah sampah di Kota Solo bakal menjadi “bom waktu” yang perlu diwaspadai. Pasalnya, setiap tahun volume sampah yang dihasilkan terus membengkak.

Tahun ini saja, pembengkakan volume sampah mencapai tujuh persen dibanding tahun 2011. Parahnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, menduga banyak “penumpang gelap” dari luar daerah yang membuang sampah ke Solo. Lonjakan volume sampah itu cukup drastis, karena lonjakan vilume sampah tahun 2011 hanya tiga persen dibanding tahun 2010.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Solo, Satryo Teguh Subroto, mengatakan, untuk tahun 2013 nanti, kenaikan volume sampah diperkirakan mencapai 10 persen dari tahun ini. “Kalau tahun 2011 lalu volume sampah/hari mencapai angka sekitar 280 ton/hari, tahun 2012 ini kenaikan mencapai tujuh persennya, ya sekitar 300-an ton lebih. Setiap tahun saya prediksikan akan terus naik,” katanya, di Balaikota Selasa (11/12).

Pendorong kenaikan volume sampah di Solo, lanjut dia, antara lain karena adanya “penumpang gelap” yang diam-diam membuang sampahnya ke Kota Solo. “Penumpang gelap” ini antara lain dari wilayah sekitar Solo, seperti Karanganyar, Boyolali Suoharjo dan sejumlah wilayah lain berbatasan langsung dengan Solo. “Tidak bisa dibilang sedikit lho “penumpang gelap” itu,” ujarnya.

Meskipun DKP mencurigai dan berhasil mendeteksi para “penumpang gelap” tersebut, tetapi tidak bisa berbuat banyak. “Sayangnya saya nggak bisa menindak. Payung hukumnya tidak ada. Jangan sampai hal ini justru akan menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.
Selain pembuang sampah dari luar kota, tingginya volume sampah di Solo juga dihasilkan dari banyaknya wisatawan yang datang Solo. Selain itu, volume sampah rumah tangga juga tak kalah menjadi penyumbang banyaknya sampah di Solo.

Banyaknya hotel dan restoran baru di Solo juga menjadi penyebab berikutnya lonjakan volume sampah saban tahun. ”Ya tetapi ini memang risikonya menjadi kota yang semakin maju, tinggal kita menunggu investor yang akan mengelola sampah,” imbuh dia. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo saat ini sudah overload. Di akhir tahun 2012 ini, Pemkot sudah memilih teknologi untuk pengelolaan sampah. Namun kapan realisasinya belum dipastikan.

  •  Tri Sulistiyani