JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Dibalik Kemegahan RSUD Surakarta : Dari Atap Bocor hingga Minim Peralatan Medis

Dibalik Kemegahan RSUD Surakarta : Dari Atap Bocor hingga Minim Peralatan Medis

980
BAGIKAN

Dilihat dari luar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Surakarta memang tampak megah. Bangunan modern yang berdiri di Ngipang, Kadipiro itu layaknya rumah sakit mahal. Tetapi siapa sangka, dibalik kemegahannya masih tersimpan sejumlah kendala. Yang bahkan sampai saat ini belum juga teratasi. Kendala itu mulai dari kondisi bangunan fisik yang tidak sempurna, hingga belum lengkapnya peralatan medis.

Sebut saja, atap RSUD yang terlihat bocor.  Kata Direktur RSUD Kota Surakarta Sumartono Kardjo kebocoran itu sudah terjadi sejak lama. Dan sudah dicatat yang akan disampaikan kepada PT PP, selaku kontraktor. “Kebocoran itu salah satunya, yang lain seperti bau kamar mandi yang tidak sedap, keramik tangga goyang dan terjadi rembesan di tangga,” katanya saat ditemui <I>Joglosemar<I> di ruang kerjanya, Sabtu (12/1).

Selain itu, katanya masih ada beberapa permasalahan dalam pembangunan RSUD. Seperti tempat wudu musala lantai tiga  yang lebih tinggi dari lantai, WC ruang UDG yang tidak bisa dimanfaatkan. Serta yang baru saja terjadi robohnya kanopi penutup parkir khusus karyawan. “Sebenarnya sudah kami sampaikan, tapi sampai saat ini belum juga ada tindakan. Nggak tahu juga apa mungkin nanti akan dirampungkan di akhir masa pemeliharaan,” katanya.

Sejak kepindahannya Oktober 2012 lalu, RSUD seperti berjalan timpang. Dengan keterbatasan alat yang ada RSUD belum membuka ruang ICU. Kondisi ini menurut Sumartono disebabkan banyak faktor. Mulai dari belum adanya cadangan pasokan listrik yang memadai, sampai belum tersedianya peralatan medis pendukung. Untuk membuka ICU katanya, tidak hanya butuh ruang saja. Melainkan, juga tenaga medisnya. “Kami juga belum memiliki tenaga medis, dan perlengkapan medisnya juga belum lengkap. Seperti Oxygen Concentrator, Cardio Vasculer Monitor,” tandasnya.

Untuk cadagan listrik RSUD hanya memiliki cadangan listrik dari genset sebesar 150 KVA. Dari daya tersebut, hanya 70 persen yang mampu dihasilkan. Sementara listrik di RSUD sebesar 345 KVA. “Gensetnya masih menggunakan genset lama, dengan pasokan yang hanya 150 KVA, dan untuk pemfungsiannya juga masih dilakukan secara manual,” tandasnya. Sebenarnya, di RSUD sudah memiliki otomatis genset. Hanya saja, belum bisa difungsikan lantaran mesin otomatisnya berbeda.

Rencananya pada tahun ini RSUD bakal mengadakan genset baru dengan kapasitas listrik mencapai 400 KVA. Untuk pengadaan genset tersebut, dianggarkan dana sebesar Rp 800 juta.

Ari Purnomo