JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Gubernur Bibit Lepas Tangan

Gubernur Bibit Lepas Tangan

376
BAGIKAN
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
MELAYAT-Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo saat melayat mantan Gubernur Jawa tengah H Moenadi di Manahan, Solo, Senin (141). Upacara mantan Gubernur Jateng periode 1966-1976 H Moenadi dilakukan secara militer dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti Jurug.

Polemik Pemanfaatan Air Cokro

JEBRES-Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo, lepas tangan dalam polemik pemanfaatan sumber air Cokro, Tulung, antara Pemkab Klaten dan Pemkot Solo.

Bibit terkesan tidak mau tahu masalah yang melibatkan dua daerah itu.”Kan ono  walikota, ben Walikotane sing ngurusi  (Kan ada walikota, biar walikotanya yang mengrusi),”  kata Bibit dengan nada tinggi, usai memimpin upacara pemakaman mantan Gubernur Jawa Tengah, Mayjen (Purn) TNI Moenadi, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Jurug, Solo, Senin (14/1).

Menanggapi sikap  Gubernur Bibit, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budhi Suharto, sangat menyayangkannya. Padahal, kapasitas Pemerintah Provinsi sebagai pihak yang memediasi dua wilayah tersebut sangat dibutuhkan.

Dia menganggap, selama ini pembicaraan antara Pemkab Klaten dan Pemkot Solo mengalami jalan buntu. Salah satu solusi alternatif pemecahan masalah pemanfaatan sumber air Cokro, katanya dengan mediasi yang melibatkan Pemerintah Provinsi. ”Kami masih berharap pada Pemprov, bagaimana melakukan upaya mediasi yang sifatnya netral,” ujarnya.

Sekda mengaku, pada akhir Desember tahun lalu, Pemkot Solo sudah mengirimkan surat permohonan mediasi pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang dialamatkan pada Biro Kerja Sama Pemprov. Namun,  sampai saat ini belum mendapat jawaban.

Permasalahan pemanfaatan sumber mata air Cokro meruncing, manakala Pemkab Klaten menagih utang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo atas biaya pemanfaatan air sebesar Rp  4,1 miliar. Di satu sisi, Pemkot Solo mempertanyakan dasar aturan yang digunakan untuk menagih biaya tersebut. Hingga kini, kedua wilayah masih berpegang pada prinsip masing-masing. Ronald Seger Prabowo