JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Ketua Panwaslucam Ngadirojo Meninggal Dunia

Ketua Panwaslucam Ngadirojo Meninggal Dunia

326
BAGIKAN
Kasiman Budi Santoso

WONOGIRI- Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Ngadirojo, Kasiman Budi Santoso meninggal dunia Kamis (17/1) sore.  Warga Dusun Sanggrahan RT 1 RW VIII, Ngadirojo Kidul itu meninggal dalam perjalanan saat akan dirujuk ke RSUD dr Moewardi Surakarta.

“Masuk Rumah Sakit Medika Mulya pada Selasa (15/1) pagi dan Kamis sore dirujuk ke RSUD dr. Moewardi. Namun saat masih perjalanan di wilayah Sukoharjo yang bersangkutan kritis dan akhirnya meninggal. Pemakaman tadi siang (kemarin-red),” jelas Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Wonogiri, Tulus Premana Edi dia, Jumat (18/1).

Camat Ngadirojo, Muhammad Ainur Ridho mengatakan Kasiman meninggal karena serangan jantung. “Awalnya mengeluh capek namun lama-lama kondisi drop,” jelasnya.

Di sisi lain, satu anggota Panwascam Eromoko, yakni Purwanto, juga mengundurkan diri. Purwanto yang juga bekerja di Unit Pengelola Kecamatan (UPK) PNPM Eromoko, sebelumnya diminta untuk memilih apakah akan konsentrasi di UPK atau menjadi Panwaslucam. “Namun hal itu tidak lantas membuat kinerja Panwaslucam terganggu karena tahapan awal yang penting sudah dilalui, yaitu pembentukan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Memang ada pengaruh terutama untuk pemberkasan,” lanjut Tulus.

Untuk mengisi kekosongan sesuai UU yang berlaku dipilih dari pendaftar yang dulu rangkingnya di bawah tiga yang lolos,” imbuhnya.

UU itu adalah UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. Dinyatakan untuk anggota Panwaslucam yang mundur bisa diganti dengan calon anggota Panwaslucam yang dulu ikut seleksi namun tidak lolos karena nilai lebih rendah dari tiga yang dinyatakan lolos. “Baik di Ngadirojo dan Eromoko saat itu ada lebih dari tiga pendaftar sehingga tidak sulit untuk mengisi kekosongan. Lain dengan Kecamatan Batuwarno yang harus seleksi lagi karena dulu hanya ada tiga pendaftar,” lanjut dia.

Sebelumnya, dua anggota Panwaslucam dari Batuwarno mundur karena terpilih menjadi Kades, dan satu lagi karena ingin konsentrasi menjadi Kadus. Eko Sudarsono