JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Satgas Dilarang Tarik Pungutan

Satgas Dilarang Tarik Pungutan

187
BAGIKAN
Ilustrasi

Data Raskin Belum Jelas

                        BOYOLALI- Satgas dilarang menarik pungutan biaya Hasil Penjualan Beras (HPB) untuk bulan Januari, pasalnya hingga saat ini data Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) beras miskin (Raskin) belum juga turun. Larangan ini sebagai antisipasi pengurangan kuota RTSPM tahun 2013 ini.
Sugita, Kasubag Pertanian Daerah Bagian Perekonomian Setda Boyolali mengungkapkan, larangan ini mengingat kuota penerima Raskin Boyolali tahun ini berkurang 12.791 RTSPM. Sehingga jika dipungut HPB, dikhawatirkan yang bersangkutan ternyata sudah tidak lagi masuk sebagai RTSP penerima Raskin. “Biaya HPB baru dapat dipungut setelah data RTSPM by name by address sudah turun dari pusat dan setelah ada SK Bupati,” terang dia akhir pekan kemarin.
Selain itu Satgas Raskin juga baru dapat menarik HPB setelah ada SK tentang pagu Raskin per kecamatan serta setelah adanya surat perintah Satgas Desa. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi pengurangan kuota RTSPM seperti tahun kemarin. Saat itu sempat muncul persoalan lantaran masyarakat sudah dipungut HPB,  tapi ternyata ada pengurangan kuota dari pemerintah pusat sehingga sempat muncul persoalan, dan uang HPB yang terlanjur ditarik kemudian dikembalikan.
Selain mengantisipasi hal tersebut, ia juga mengantisipasi adanya Kepala Keluarga (KK) yang benar-benar miskin tetapi tidak masuk data RTSPM. Jika hal tersebut terjadi data warga miskin tersebut masih dapat diajukan ke Tim Nasional Pencegahan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Jakarta. Tentunya lanjut dia, data tersebut berdasarkan Musyawarah Desa (Mudes). Sebaliknya, bagi masyarakat yang ternyata sudah mampu tetapi masih tercatat dalam RTSPM tahun 2013, menurut dia kuota tersebut dapat dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar miskin. “Jadi kalau ada yang benar-benar miskin tetapi belum terkaver Raskin, bisa diajukan berdasarkan Mudes ke TNP2K,” ungkap dia.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kuota penerima Raskin Boyolali susut 12.791 RTSPM. Tahun 2012 silam, kuota Raskin Boyolali diperuntukkan bagi 76.957 RTSPM. Sementara tahun 2013 ini, kuota penerima turun menjadi 64.166 RTSPM.
Selain itu, lantaran data RTSPM belum turun, maka untuk distribusi Raskin kuota Januari akan dilakukan pada awal Februari. Sedangkan jatah Raskin bulan Februari akan disalurkan pada pertengahan bulan. Terkait penyaluran Raskin, menurut Sugita Boyolali menempati ranking tiga di Divisi Regional 3 Surakarta, di bawah Wonogiri dan Sragen. Penilaian ini lanjut dia berdasarkan lancarnya distribusi Raskin. Selain itu distribusi juga tepat sasaran, tepat waktu, serta penyetiran uang HPB juga berjalan lancar tidak tersendat. Ario Bhawono