JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional SBY Desak Presiden Suriah Mundur

SBY Desak Presiden Suriah Mundur

320
BAGIKAN

BOGOR—Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mendesak Bashar al-Assad agar segera mengundurkan diri sebagai Presiden Suriah. Langkah pengunduran diri tersebut diyakini merupakan langkah awal untuk mengakhiri perang saudara menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang sudah berlangsung hampir dua tahun dan diperkirakan menewaskan puluhan ribu orang warga Suriah.
Pernyataan keras SBY itu disampaikan usai bertemu dengan rombongan ulama dari sejumlah negara-negara Islam di antaranya Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni (Saudi Arabia), Ahmad Mujahid Bin Muhammad Ali Ash-Shobuni (Saudi Arabia), H Kechik (Malaysia), H Salin Hasan Barakwan (Indonesia), Nopel Abdullah Al-Kaff (Indonesia), Abbas (Indonesia), dan Ustaz Kamal Hasan (Indonesia), di Istana Bogor, Senin (7/1).
“Hendaknya Presiden Assad mengundurkan diri karena Suriah membutuhkan pemimpin lain yang lebih mencintai rakyatnya. Demikian yang disampaikan Bapak Presiden,” kata Presiden SBY sebagaimana disampaikan Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha.
Ditempat yang sama, Staf Khusus Presiden Bidang Internasional, Teuku Faizasyah, mengatakan, Presiden SBY sudah membicarakan penanganan konflik di Suriah dengan PBB. “Bapak Presiden menggarisbawahi posisi Indonesia, menjelaskan bahwa sudah berbicara dengan tokoh-tokoh dari negara muslim, seperti Turki, Mesir dan Pakistan, untuk bagaimana PBB dan masyarakat internasional mencari solusi bagi masalah di Suriah,” tutur Faizasyah.
Setali tiga uang, Presiden Mesir Mohamed Mursi juga mendukung desakan rakyat Suriah agar Presiden Bashar al-Assad diadili atas kejahatan perang. Mursi pun memprediksi bahwa rezim Assad akan tumbang dalam perang saudara yang tengah melanda Suriah.
“Rakyat Suriah, dengan revolusi mereka, dan dengan gerakan mereka, ketika pertumpahan darah berakhir, akan melangkah ke tahap baru di mana mereka akan memiliki parlemen independen dan pemerintah pilihan mereka,” kata Mursi dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN, seperti dilansir AFP.
“Dan kemudian mereka akan memutuskan apa yang akan mereka lakukan terhadap mereka yang melakukan kejahatan terhadap mereka. Rakyat Suriahlah yang memutuskan soal itu,” imbuh Mursi. Hal tersebut disampaikan Mursi ketika ditanya apakah dirinya yakin Assad harus diadili di pengadilan internasional di Belanda atas tuduhan kejahatan perang.
“Fase ini fase rakyat. Serupa dengan apa yang diinginkan rakyat Mesir, rakyat Suriah menginginkannya. Dan kami mendukung rakyat Suriah. Dan mereka akan menang dan mereka punya keinginan untuk menang,” ucap Mursi.

Dukungan
Reaksi berbeda disampaikan pemerintah Iran. Mereka menyatakan dukungan bagi Presiden Assad. “Republik Islam mendukung Presiden Bashar al-Assad yang memprakarsai solusi komprehensif bagi krisis Suriah,” ujar Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi.
“Rencana Presiden Assad mencakup solusi yang menolak kekerasan dan terorisme dan segala bentuk intervensi asing di negaranya, serta menyertakan proses politik yang komprehensif,” imbuhnya.
Diketahui Iran merupakan sekutu paling dekat bagi Suriah. Bahkan Iran sudah memberikan bantuan ekonomi dan saran militer kepada Suriah yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan. Selain itu, Iran melihat Presiden Assad sebagai benteng dalam melawan Israel yang menjadi rival utama mereka.
Pada Minggu (6/1), Presiden Assad menyampaikan pidato pertamanya dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Suriah tersebut, Assad menawarkan solusi yang menurutnya bisa mengakhiri konflik di Suriah. Solusi tersebut termasuk penyeruan penghentian kekerasan, dialog dengan kelompok oposisi yang bisa diterima, dan bersumpah untuk memberantas kelompok-kelompok yang disebutnya sebagai teroris dan penyokong asing mereka.
Terhadap tawaran-tawaran Assad tersebut, kelompok oposisi dan negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS) dengan segera menolak. Mereka bahkan menyebut tawaran Assad tersebut hanya dimaksudkan untuk memperkuat kekuasaannya atas Suriah. n Detik