JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Transaksi Nopol Cantik Keruk Miliaran Rupiah

Transaksi Nopol Cantik Keruk Miliaran Rupiah

416
BAGIKAN
Ilustrasi

JAKARTA—Kepemilikan nomor Polisi (Nopol) cantik kini menjadi perdebatan hangat setelah Wagub DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok mengaku Nopol dinasnya dimiliki swasta. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tidak menampik adanya transaksi pengadaan Nopol cantik. Diduga hasil perputaran uang dari transaksi Nopol cantik tersebut berkisar puluhan miliar rupiah.
“Jumlahnya diperkirakan puluhan miliar rupiah yang dikeluarkan masyarakat setiap mengajukan Nopol pilihan, baik itu lewat biro jasa maupun secara langsung kepada oknum aparat,” kata anggota Kompolnas, Edi Hasibuan, Selasa (8/1).
Edi tidak merinci data temuan dugaannya itu. Namun dia memperkirakan transaksi Nopol cantik berlangsung di seluruh Polda di Indonesia. Uang yang didapat dari permohonan pengadaan Nopol cantik itu masuk ke kas Polri dan digunakan untuk operasional kepolisian. “Dana itu selama ini banyak digunakan untuk operasional kepolisian di seluruh Indonesia,” ujar Edi.

Revisi
Edi menyarankan pembelian Nopol pilihan ke masyarakat dimasukkan di revisi Undang-Undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sehingga jelas aturan pengelolaan penerimaan biaya dalam proses tanda nomor kendaraan bermotor di seluruh Indonesia.
Penerimaan PNBP banyak di Polri dari berbagai sektor pelayanan antara lain dari SIM, STNK dan BPKB. Namun untuk sektor dari proses Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) belum digarap dalam PNBP.
“Jika kebijakan ini diberlakukan, tentu dana yang diterima dari masyarakat kepada negara lewat PNBP akan dikelola negara yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan negara. Dan tentu saja sebagian di antaranya juga untuk pengembangan SDM Polri sesuai dengan kompetensinya serta untuk kesejahteraan anggota Polri sendiri,” terang Edi.
Sebelumnya, di beberapa kesempatan, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menepis petugasnya menjual nomor Polisi (Nopol) cantik kepada para pemilik kendaraan bermotor. Kalaupun ada, bisa jadi itu dilakukan oleh pemilik awal Nopol tersebut.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, siapapun boleh mengajukan Nopol cantik, asal memenuhi syarat. “Jadi siapapun yang mengajukan diberikan, tapi ada pertimbangan-pertimbangan,” tuturnya.
Syarat untuk membuat Nopol cantik itu, lanjut Rikwanto, yakni ada mobilnya, ada faktur dari dealer, dan Nopolnya tidak ada duplikat alias belum ada yang menggunakan. Berapa biayanya? “Kalau soal bayar berapa saya tidak tahu,” kilahnya.

Detik