JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja 151 Bangunan Ilegal di Parangtritis Ditertibkan

151 Bangunan Ilegal di Parangtritis Ditertibkan

276
BAGIKAN

BANTUL – Sebanyak 151 bangunan semi permanen dan lapak yang tidak berizin di kawasan Pantai Parangkusumo Parangtritis, Kabupaten Bantul, segera ditertibkan. Bangunan ilegal tersebut berdiri di atas Sultan Ground.

Sri Surya Widati, Bupati Bantul mengatakan sebanyak 151 bangunan yang berdiri di sepanjang jalan menuju Pantai Parangkusumo hingga Pantai Depok merupakan bangunan yang tidak memiliki izin dan berdiri di lahan Sultan Ground.  “Saya sudah melaporkan hal ini ke Ngarso Dalem (Gubernur DIY Sri Sultan HB X). Gubernur mengakui memang keberadaannya dianggap mengganggu sehingga diminta untuk ditertibkan,” ucapnya.

Menurut Bupati, selain tidak berizin, pemilik bangunan tersebut justru bukan merupakan warga Bantul asli, melainkan warga luar Bantul yang memiliki kepentingan namun tidak mengindahkan ketentuan yang ada.  Meski demikian, penertiban tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa karena harus melalui berbagai tahapan mulai dari kajian serta sosialisasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan gejolak.

“Upaya penertiban akan dilakukan teman-teman di Polisi Pamong Praja (Pol PP) dibantu dari Kodim, Kepolisian Resor (Polres). Sekali lagi kami tidak bisa ujug-ujug (secara tiba-tiba) menata kawasan ini,” jelasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Bantul, Kandiawan mengatakan bahwa sebanyak 151 bangunan tersebut berstatus tidak berizin, karena dibangun di jalur Pantai Parangkusumo hingga Pantai Depok berstatus lahan Sultan Ground. Rencananya, setelah proses penertiban selesai Pemkab Bantul akan menata ulang kawasan tersebut yang diharapkan dapat menjadikan daya tarik salah satu kawasan obyek pariwisata pantai Bantul itu.

“Di sepanjang pantai Parangkusumo hingga pantai Depok, akan dijadikan kawasan Pantai Parangtritis Baru, sehingga para pemilik bangunan warung semi permanen itu akan direlokasi,” katanya. Antara