19 Calon Incumbent Tumbang

19 Calon Incumbent Tumbang

379

Sakit, Bupati Rina Pantau Pilkades

PANTAU PILKADES—Bupati Karanganyar, Rina Iriani (kedua dari kanan) melakukan pemantauan Pilkades di Desa Jati, Kecamatan Jaten meski sedang sakit, Kamis (21/2). Muhammad Ikhsan
PANTAU PILKADES—Bupati Karanganyar, Rina Iriani (kedua dari kanan) melakukan pemantauan Pilkades di Desa Jati, Kecamatan Jaten meski sedang sakit, Kamis (21/2). Muhammad Ikhsan

KARANGANYAR–Sebanyak 19 calon incumbent dalam gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar serentak di 91 desa, Kamis (21/2) mengalami kekalahan. Sementara, pada Pilkades kemarin tujuh calon perempuan berhasil memenangkan pemilihan.

Untuk memantau situasi jajaran Muspida Pemkab Karanganyar melakukan kunjungan gelaran Pilkades di sejumlah desa. Rombongan yang ikut dalam pantauan itu di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, Kepala PN Winarno, Kapolres AKBP Nazirwan Adji Wibowo, dan Kepala Kejari Agus Winoto Letkol (Inf) Edy Basuki.

Mereka berangkat dari Pendapa Rumah Dinas Bupati menuju Desa Gantiwarno (Matesih), kemudian ke Desa Karangmojo (Tasikmadu), dan Desa Bolon (Colomadu). Dalam pantauan tersebut kondisi pelaksanaan Pilkades masih berlangsung aman. “Kondisi penyelenggaraan Pilkades masih berlangsung aman. Kita berharap tidak ada ketegangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini,” ujar Sekda Samsi.

Di Desa Jati, Jaten, warga beserta panitia Pilkades dikejutkan dengan kehadiran Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Rina yang baru saja menjalani operasi tulang pundak di Singapura, terlihat masih pucat. Kepada wartawan ia mengimbau agar warga tidak terpengaruh dengan politik uang dalam Pilkades yang digelar serentak di 91 desa.

“Politik uang mungkin ada, saya tak dapat pungkiri itu. Tapi itu bukanlah isu yang signifikan. Sulit untuk membuktikan secara otentik,” ujar Rina. Pilkades kemarin diikuti oleh 209 calon yang 17 calon di antaranya merupakan calon tunggal.

Menurut Rina, sangat mustahil mengatakan tidak ada politik uang dalam Pilkades. Namun kadang banyak yang lupa, masyarakat sudah pintar dan tidak akan memilih karena uang. Jika ada yang menang, dipastikan karena rakyat sudah mengetahui siapa calon itu. “Semua harus legawa dengan hasil Pilkades. Semua tetap menjadi saudara. Setelah Pilkades bersama-sama membangun desa,” imbaunya.

Sementara itu, gelaran Pilkades di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan diwarnai dengan calon kepala desa yakni Joko Mursito yang terpaksa absen dalam pemilihan karena sakit. “Joko sakit sejak Rabu (20/2) dan dirawat di RS Dr Moewardi Solo. Belum diketahui pasti sakitnya apa, kemungkinan karena kelelahan. Namun Joko kalah dalam pemilihan,” jelas Camat Karangpandan, Sugeng Raharto.

Di Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Pilkades menyisakan duka. Seorang pemilih, Harjo Dikromo (81), menghembuskan napas terakhirnya setelah selesai nyontreng di balai desanya. Camat Jumantono, Timotius Suryadi mengutarakan korban menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.00 WIB. “Ia pulang berjalan kaki, tetapi baru beberapa jengkal dari balai desa tiba-tiba saja jatuh tak sadarkan diri dan meninggal dunia,” jelasnya. Muhammad Ikhsan

PANTAU PILKADES—Bupati Karanganyar, Rina Iriani (kedua dari kanan) melakukan pemantauan Pilkades di Desa Jati, Kecamatan Jaten meski sedang sakit, Kamis (21/2).

BAGIKAN