210 Liter Ciu Diselundupkan ke Dalam Bus Malam

210 Liter Ciu Diselundupkan ke Dalam Bus Malam

950
CIU-Petugas menunjukkan jeriken-jeriken berisi 210 liter ciu yang siap dikirim ke Jakarta dan disita di Mapolres Wonogiri, Selasa (26/2). Joglosemar | Eko Sudarsono
CIU-Petugas menunjukkan jeriken-jeriken berisi 210 liter ciu yang siap dikirim ke Jakarta dan disita di Mapolres Wonogiri, Selasa (26/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Polisi berhasil menggagalkan pengiriman sekitar 210 liter ciu yang siap kirim ke Jakarta, Senin (25/2) siang. Ciu yang dikemas dalam enak jeriken itu dimasukkan dalam bagasi bus malam jurusan Jakarta. Saat sampai di depan Mapolsek Wuryantoro, bus itu dicegat petugas dari Polsek setempat.

Dari keterangan supir, ciu itu titipan Dimas (30) warga Dusun Ngulu Kidul, Desa/Kecamatan Pracimantoro. Dia pun diciduk Polisi dan dibawa ke Mapolsek Wuryantoro untuk dimintai keterangan. Pencegatan dipimpin langsung Kapolsek, AKP Nugraha.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kasubag Humas AKP Supriyadi mengatakan bus PO Sari Giri AD 1605 EG itu diadang atas informasi dari warga bahwa ada pengiriman minuman keras (miras) dengan memanfaatkan bus malam.

Baca Juga :  Wonogiri Minta Tambahan Elpiji 3 Kilogram

“Ada laporan dari warga dan sekitar pukul 13.00 WIB dihadang di depan Polsek Wuryantoro. Modusnya dengan menitipkan ciu-ciu itu via bus malam. Begitu sampai di Jakarta, orang yang biasa mengambil sudah tahu. Sudah beberapa kali dilakukan. Dimas tidak ikut di dalam bus, hanya ciu saja,” terang Supriyadi, Selasa (26/2).

Sementara AKP Nugraha mengatakan supir dan kru bus hanya dimintai keterangan, sedangkan Dimas dikenai wajib lapor. “Mengakunya (Dimas) baru sekali itu mengirim ciu ke Jakarta memakai bus malam. Dimas dikenai wajib lapor. Kami tegaskan jika terulang lagi, maka akan kami proses dengan pidana. Bus tidak ada penumpang karena itu bus malam. Belum waktunya ambil penumpang,” kata dia.

Baca Juga :  Lomba Kreatif IPB-Nguter di Wonogiri, Moncerkan Potensi Jamu dan Pangan Lokal

Sebenarnya ada UU yang mengatur tentang miras ini, dengan pasal tindak pidana ringan. Hanya saja dalam pelaksanaannya bertolak belakang dengan Perda Miras di Wonogiri terkait sanksi. Dalam UU diatur sanksi pidana penjara selama maksimal tiga bulan, namun dalam Perda selama enam bulan penjara. Eko Sudarsono

BAGIKAN