30 Rumah Rusak Digelontor Rp120 Juta

30 Rumah Rusak Digelontor Rp120 Juta

344
CUACA BURUK – Warga mengevakuasi pohon yang menimpa rumah di Dukuh Jagan, Desa Kurung, Ceper, beberapa waktu yang lalu. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Sebanyak 30 rumah dengan kategori rusak berat akibat bencana angin ribut di wilayah Klaten akan mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto, mengatakan 30 rumah warga yang mengalami kerusakan kategori berat tersebut merupakan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana angin ribut dalam kurun waktu antara Desember 2012 hingga Februari 2013. Menurutnya, pihaknya akan menggelontorkan dana bantuan dengan total anggaran Rp 120 juta bagi 30 rumah warga tersebut.

Sejauh ini pihaknya mendapatkan laporan rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang tidak sedikit. Dari data yang didapat dari laporan di lapangan tersebut, BPBD Klaten kemudian melakukan klarifikasi berdasarkan tingkat kerusakan. “Kami telah klasifikasi mana saja warga yang mendapatkan bantuan. Warga yang akan mendapatkan bantuan adalah warga yang rumahnya rusak berat dan roboh. Kalau melihat data berdasarkan laporan warga memang banyak, namun kami tidak bisa memberikan bantuan keseluruhan,” kata Sri Winoto kepada wartawan, Senin (11/2).

Alasan tidak memberikan semua pengajuan bantuan dari warga menurut Winoto lantaran minimnya dana yang dicairkan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Untuk tahun ini, kata Winoto, dana bantuan non fisik untuk korban bencana alam mencapai Rp 2,6 miliar. “Kalau anggaran bantuan fisik kami belum bisa mengetahui secara persis. Semua bantuan yang berkaitan dengan fisik kita mintakan pada BPDB Provinsi Jawa Tengah. Ya tergantung, nanti pencairannya berapa,” jelas Winoto.

Selain anggaran bantuan yang diberikan kepada korban bencana alam, Pemerintah Kabupaten Klaten juga telah menganggarkan dana siap pakai dengan total dana Rp 250 juta. Ia menjelaskan, dana tersebut berperan sebagai antisipasi saat terjadinya bencana seperti pendistribusian logistik. “Dana itu digunakan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada kejadian dan warga membutuhkan dana bantuan segera,” paparnya. Angga Purnama

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR