4.700 Orang Tewas Diserang Drone

4.700 Orang Tewas Diserang Drone

303

Tetapi kita dalam situasi perang, dan kita harus melumpuhkan para anggota senior Al Qaida.”

Lindsey Graham | Senator Partai Republik

DRONE-Sebuah drone dengan nama MQ-1B Predator milik AS lepas landas di Pangkalan Balad di Irak, tahun 2008 silam. Reuters | U.S. Air Force | Handout
DRONE-Sebuah drone dengan nama MQ-1B Predator milik AS lepas landas di Pangkalan Balad di Irak, tahun 2008 silam.
Reuters | U.S. Air Force | Handout

WASHINGTON-Sebanyak 4.700 orang, termasuk penduduk sipil, tewas akibat aksi drone atau pesawat nirawak (tanpa awak) milik Amerika Serikat di Timur Tengah.  Seorang senator AS membocorkan data kekejaman ini, Rabu (19/2) waktu setempat, dan media ramai memberitakannya.

Ini adalah pertama kali seorang anggota parlemen menyebut jumlah seluruh korban jiwa akibat serangan-serangan pesawat itu. Selama ini kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam pengeboman pesawat nirawak atau drone sebagai pembunuhan-pembunuhan di luar hukum. Jumlah korban dari ratusan serangan peluru kendali yang diangkut drone banyak dilakukan dengan sasaran gerilyawan Al Qaida di Pakistan, Yaman dan di tempat-tempat lain tetap tidak diketahui.

Senator dari partai Republik Lindsey Graham mengungkapkan jumlah korban tewas saat menyatakan dukungannya atas aksi drone di Timur Tengah.  “Kita telah membunuh 4.700 orang,” kata Graham yang dikutip oleh Easley Patch, satu laman lokal di South Carolina. “Kadang-kadang Anda menghantam penduduk yang tidak bersalah, saya membenci itu. Tetapi kita dalam situasi perang, dan kita harus melumpuhkan para anggota senior Al Qaida,” kata Graham kepada Rotary Club Easley.

 

Perkiraan

Pernyataan mengenai korban drone, sebelumnya tidak pernah diungkapkan. Para pejabat AS kadang-kadang mengungkapkan perkiraan jumlah korban sipil tetapi tidak pernah menyebut jumlah seluruh korban. “Ini adalah untuk pertama kali seorang pejabat AS menyebut jumlah seluruh korban,” kata Micah Zenko, anggota Dewan Hubungan Luar Negeri.

Zenko mengatakan apa yang disampaikan Graham adalah jumlah perkiraan korban resmi. Sebenarnya data tersebut tergolong klasifikasi rahasia. Fakta ini dapat mendorong Graham dianggap melanggar undang-undang kerahasiaan.

Beberapa organisasi telah berusaha menghitung berapa jumlah gerilyawan dan sipil yang mungkin tewas akibat serangan pesawat tanpa awak sejak tahun 2004 tetapi sampai pada jumlah yang banyak. Angka yang dikutip Graham lebih tinggi dari Bureau of Investigation Journalism yang berpangkalan d London. Kelompok itu mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan-serangan di Pakistan, Yaman dan Somalia antara 3.072 dan 4.756 orang.

Organisasi New America Foundation yang bermarkas di Washington mengatakan ada 350 serangan pesawat mata-mata AS sejak tahun 2004, sebagian besar selama pemerintah Presiden Barack Obama. Yayasan Amerika itu memperkirakan jumlah korban tewas antara 1.963 dan 3.293, dengan 261 sampai 305 warga sipil. Badan-badan intelijen AS dan Gedung Putih menolak mengungkapkan rincian tentang serangan-serangan itu, tetapi para pejabat mengklaim tidak banyak warga sipil yang tewas. Antara

BAGIKAN