JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 45 Persen Bangunan Kuno Hancur

45 Persen Bangunan Kuno Hancur

214

LAWEYAN – Lurah Laweyan, Yuyun Yuniman, menyebut, sekitar 45 persen bangunan kuno di wilayah Laweyan hancur, karena sudah beralih fungsi jadi showroom batik.

“Malah baru tahun 2012 lalu ada penggempuran tembok di timur Langgar Merdeka, rencananya akan dibuat restoran. Memang kondisi temboknya sendiri sudah rusak dan membahayakan pengguna jalan,” katanya, Selasa (29/1), pekan lalu.

Kendati banyak bangunan kuno yang diduga cagar budaya, beralih fungsi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. ”Kami cuma bisa memberikan imbauan dan terpaksa tanda tangan. Jika tidak, akan dianggap mempersulit, malah dikira meminta duit,” ucapnya.

Pihaknya hanya mengimbau pengelola hotel atau bangunan lain yang sebelumnya ada bangunan kunonya, tetap membuat bangunan khas Jawa. ”Agar tidak berbeda dengan bangunan-bangunan di sekitarnya,” katanya.

Keprihatinan terhadap nasib bangunan kuno, juga disampaikan  Sekretaris Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan (FPKBL), Widiarso. ”Permasalahannya sangat kompleks, bahkan jika tidak ditanggulangi dari sekarang, maka masalah ini bisa jadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak,” imbuh dia.

Contoh masalah itu, katanya, masalah sosial kemasyarakatan yang semakin lebar jurangnya antara si kaya dan si miskin.  ”Bahkan pengusaha batik yang besar di sini kebanyakan itu pendatang,” katanya.

Kondisi itu diperparah dengan belum tersinerginya lembaga-lembaga yang ada seperti, LPMK dan LKM. ”Semua masih bergerak berdasarkan kepentingan masing-masing. Bukan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan Kampung Batik Laweyan,” ujarnya.

Kabid Pelestarian Bangunan dan Kawasan Cagar Budaya Dinas Tata Ruang Kota Solo,  Mufti Raharjo, mengatakan, sesuai UU Cagar Budaya, bangunan yang termasuk cagar budaya, bukannya sama sekali tidak boleh diubah. Aturan itu justru menagamanatkan, cagar budaya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat malah susah karena keberadaan cagar budaya. Pelestarian kawasan cagar budaya ini tanggung jawab bersama. Jika masyarakat yang tinggal di kawasan cagar budaya merasa bingung, bisa berkonsultasi ke kami.”

Ahmad yasin Abdullah

BAGIKAN