JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 50 Kelompok Kesenian Meriahkan Gerebeg Sudiro

50 Kelompok Kesenian Meriahkan Gerebeg Sudiro

248
BAGIKAN

SOLO–Warga Sudiroprajan, Jebres, Solo, Minggu (3/2), hari ini, akan menggelar Gerebeg Sudiro yang dimulai pukul 13.00 WIB. Gerebeg Sudiro akan dimeriahkan dengan 50 kelompok kesenian.

Akulturasi dari berbagai macam budaya asli Indonesia dan Tionghoa akan turut meramaikan event yang rutin digelar tiap tahun ini. Kampung Sudiroprajan, Jebres Solo, sendiri adalah kampung yang terletak di kawasan perdagangan Pasar Gede Solo. Kampung tersebut selama ini merepresentasikan akulturasi kebudayaan dua etnis besar di Kota Solo yakni Tionghoa dan Jawa.

Gerebeg Sudiro akan digelar  di depan Pasar Gede Solo. Adapun rute perjalanan yang akan dilewati mulai dari Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Mayor Kusmanto- Pertigaan Lojiwetan-Jalan Kapten Mulyadi-Perempatan Ketandan-Jalan RE Martadinata – Jalan Cut Nyak Dien – Jalan Ir H Juanda – Perempatan Warung Pelem – Jalan Urip Sumoharjo dan kembali ke Pasar Gede.

Wakil Ketua Panitia Imlek Bersama 2013, Sumartono Hadinoto, menuturkan acara ini menggambarkan akulturasi budaya antara budaya Tionghoa dengan budaya Indonesia. “Di tengah pluralitas masyarakat, kami ingin merangkai itu menjadi sebuah persatuan,” katanya kepada Joglosemar, Sabtu (2/2).

Ia menambahkan, persiapan semuanya sudah siap. Beragam kebudayaan daerah di Indonesia akan ada di dalam kirab budaya Gerebeg Sudiro ini. Selain itu juga ditampilkan kesenian dan potensi Kampung Sudiroprajan.

Dalam Gerebeg Sudiro tersebut akan ada 13 jenis gunungan akan diarak dan 50-an kelompok berparade menampilkan aneka kesenian. Melalui Gerebeg Sudiro ini kesenian Liong, Barongsai, Tarian Wushu bisa tampil sepanggung dan selaras dengan Barong Kemamang, Jaran Kepang dan Reog.

Sumartono menambahkan Gerebeg Sudiro ini telah menjadi ikon pariwisata Kota Solo. “Bahkan sudah masuk dalam kalender pariwisata Solo. Kami lima organisasi yang tergabung dalam panitia bersama ini mendukung acara Gerebeg Sudiro,” ujar dia.

Kelima organisasi yang tergabung dalam panitia bersama Gerebeg Sudiro di antaranya yakni Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Perhimpunan Haakka Surakarta (Perhakkas), Himpunan Fuqing, Hoohap, dan Majelis Agama Kongucu Indonesia (Makin).

Terpisah, menyambut Tahun Baru Imlek, Solo Paragon Lifestyle Mall menggelar event menarik bertajuk Kampung Tiongkok. Selain itu, dilangsungkan Lomba Vokal Keroncong Mandarin, yang digelar, Sabtu (2/2).

Public Relation Officer Solo Paragon Lifestyle MallVeronica Lahji menuturkan lomba tersebut diikuti oleh 38 peserta. Lomba dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari anak SD hingga dewasa.  “Jurinya ada dari Hakka, pakar Erhu, lulusan Chinese Language Course, Hamkri Surakarta dan guru musik. Lomba ini memperebutkan hadiah trofi, piagam dan uang pembinaan,” katanya kepada Joglosemar, Sabtu (2/2).

Veronica menjelaskan lomba ini merupakan salah satu dari rangkaian event Kampung Tiongkok. Pihaknya membuat event dan exhibition ini menjadi satu bentuk akulturasi antara China dan Jawa. “Kami memadukannya hingga akhirnya kami menggelar lomba menyanyi Keroncong China, sebagai bentuk akulturasi dua budaya. Akulturasi China dan Jawa ini juga dapat dilihat dari dekorasi dan stan kuliner yang ada di Kampung Tiongkok  tersebut,” jelasnya. Yasser Arafat