JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal 9 Pelaku Sweeping Meresahkan Dilumpuhkan

9 Pelaku Sweeping Meresahkan Dilumpuhkan

379

SOLO—Sebanyak sembilan terduga pelaku sweeping yang kerap membuat keresahan di Kota Solo akhirnya dilumpuhkan oleh aparat Polresta Surakarta, Minggu (3/2) dini hari pukul 01.00 WIB. Mereka ditangkap secara terpisah di daerah Jagalan dan Widuran dalam sebuah pengejaran.

Aparat bahkan terpaksa harus mengeluarkan tembakan peringatan karena para pelaku sempat berusaha melarikan diri. Sebanyak empat terduga mengalami luka cukup parah dan harus dilarikan ke RS Dr Moerwardi setelah terjatuh saat terlibat kejar-kejaran dengan aparat.

Lima orang yang diamankan di Jagalan yakni Susilo (36), Zainal Arifin (32), Sardi alias Junaidi (31), ketiganya warga Baki, Sukoharjo, Muh Rifai alias Kentin (34) warga Grobogan, Purwodadi, Parno alias Abdullah (39) warga Gedongan, Sukoharjo.

Sementara empat terduga yang ditangkap di Jalan Surya, Widuran, Jebres sempat dilumpuhkan dengan tembakan peringatan, yakni Mahmud (23) warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Hisam (23) warga Krajan, Sukoharjo, Juli Purwadi (35) warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, dan Tri Hartono (41) warga Kadirejo, Gandekan, Jebres, Solo.

Penangkapan bermula dari kecurigaan aparat yang menggelar patroli dan mengetahui para terduga dan beberapa rombongannya baru saja menganiaya dua warga Ngemingan, Jebres, yakni Totok (29) dan Yosep (25), Sabtu (2/2) sekitar pukul 23.50 WIB. Sejumlah warga menuturkan, sebelum dilakukan pengejaran, aparat dan kelompok terduga sudah sempat terlibat aksi saling serang dan beberapa kali terdengar suara tembakan peringatan ke udara.

“Informasi yang saya tahu, sebelumnya mereka kelihatannya sudah berkumpul dulu di suatu tempat. Setelah itu, malamnya mulai berputar dan mencari warga yang sedang mabuk-mabukan. Muter-nya dari daerah Pasar Kliwon ke Petoran, kemudian ke daerah Ngempingan, Jebres, dan kemudian menganiaya Yosep dan Totok yang sedang mabuk,” ujar salah satu warga Ngempingan yang ditemui di lokasi kejadian namun minta identitasnya dirahasiakan.

Kedua korban penganiayaan, Yosep mengalami luka di kepala akibat dipukul dengan benda tajam, sedang tangan kanan Totok sobek diduga akibat sayatan pedang dari para pelaku. Usai menganiaya dua warga tersebut massa mulai berpencar di Jalan Urip Sumoharjo. Saat berpencar itulah mereka tepergok aparat yang berpatroli dan kemudian langsung melakukan pengejaran.

Aksi saling serang sempat terjadi antara kelompok terduga dengan aparat kepolisian. Massa mencoba melempari batu ke arah polisi yang mengejar mereka. Tak terima dengan hal itu, polisi pun sempat mengeluarkan beberapa rentetan tembakan peringatan. Namun tembakan tersebut tetap tak diindahkan dan mereka tetap mencoba melarikan diri melaju ke arah barat.

Aksi pengejaran baru berakhir setelah empat terduga yang mengendarai dua sepeda motor terjatuh dan terperosok ke parit di Jalan Sutan Syahrir, Widuran, Jebres. Empat terduga yang mengalami luka cukup serius dilarikan ke RS Moewardi. Setelah dirawat, tiga di antaranya dibawa ke Mapolresta untuk diperiksa.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Asjima’in membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih mengintensifkan penyelidikan terhadap sembilan orang yang diamankan. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku sebagai massa amar ma’ruf nahi munkar. Saat ini kesembilan terduga itu sudah diamankan di Mapolresta dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Mereka melanggar peraturan dengan melakukan penganiayaan terhadap warga, merusak fasilitas umum, dan membawa senjata tajam,” tegas Kapolresta.

Rudi Hartono

BAGIKAN